Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jawara Bersama Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat, Regulasi Jadi Tantangan Pemodal untuk Berinvestasi

Iwan Andrik • Jumat, 12 Desember 2025 | 18:32 WIB
DISKUSI: Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat dan Wakil Ketua TP3D Bidang Hukum dan Investasi, Suryono Pane serta Ketua APINDO Kabupaten Pasuruan, Nurul Huda saat diskusi dalam acara Jawara.
DISKUSI: Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat dan Wakil Ketua TP3D Bidang Hukum dan Investasi, Suryono Pane serta Ketua APINDO Kabupaten Pasuruan, Nurul Huda saat diskusi dalam acara Jawara.

GEMPOL, Radar Bromo - Kabupaten Pasuruan memiliki segudang potensi dalam menarik investasi.

Ditambah infrastruktur yang memadai, sehingga memudahkan pelaku usaha untuk berusaha.

Karenanya, tak sedikit investor yang tertarik untuk menanamkan investasinya di Kabupaten Pasuruan.

Termasuk perusahaan seluler asal China, yang berminat untuk mengembangkan usahanya di Kabupaten Pasuruan.

Hanya memang, perlu penguatan regulasi. Agar benar-benar memberikan kemudahan bagi para investor untuk menanamkan modalnya.

Hal itulah yang tersaji dalam poadcast Jagongan Wakil Rakyat (Jawara) di kawasan Wisata Pemandian Air Panas Wong Pulungan, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Kamis (11/12).

Diskusi dalam Poadcast Jawara bertajuk “Mewujudkan Investasi Daerah Berkelanjutan di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran: Analisa Peluang dan Tantangan” bersama Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat dan Wakil Ketua TP3D Bidang Hukum dan Investasi, Suryono Pane serta Ketua APINDO Kabupaten Pasuruan, Nurul Huda tersebut, berlangsung gayeng.

Sejumlah saran, masukan hingga rencana ke depan, terpaparkan. Ketua APINDO Kabupaten Pasuruan, Nurul Huda mengatakan, dinamika investasi itu, tak sesederhana yang dibayangkan. Ada tiga hal yang menjadi daya saing masuknya investasi.

Yakni biaya, infrastruktur serta regulasi. Biaya sendiri berkaitan dengan dana yang harus dikeluarkan pengusaha untuk berusaha. Seperti gaji pekerja, pembelian bahan baku serta kebutuhan biaya lainnya.

“Seperti yang diketahui, Kabupaten Pasuruan masuk ring 1, mahal,” kata Nurul Huda.

Begitupun dengan infrastrukru. Rata-rata, banyak daerah sudah memperbaiki infrastrukturnya.

“Begitupun dengan jalan tol. Mungkin kalau dahulu, Kabupaten Pasuruan dipandang dekat dengan jalan tol. Tapi kalau sekarang, rata-rata daerah kan sudah ada jalan tol,” sampainya.

Dua tersebut, dinilainya sudah tidak memiliki daya saing. Tinggal yang terakhir, masalah perizinan. Hal inilah yang harus disikapi pemerintah daerah.

“Mungkin bisa dengan memberikan fasilitas layanan perizinan jemput bola atau yang lain. Yang pasti memberikan kemudahan perizinan,” beber dia.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat menegaskan, potensi Kabupaten Pasuruan masih menjanjikan bagi investor.

Ada sejumlah investor yang melirik untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Pasuruan.

Untuk itu, legislatif bersama pemerintah daerah, berkomitmen untuk memberikan kemudahan-kemudahan perizinan. Termasuk rencana perubahan Perda RTRW.

“Yang selama ini berupa peraturan menteri, nanti akan kami tarik untuk menjadi peraturan daerah. Ini akan menjadi peluang untuk mendukung investasi di Kabupaten Pasuruan,” beber dia.

Hal lain, juga berkaitan dengan SDM yang akan dimaksimalkan. Wakil Ketua TP3D Bidang Hukum dan Investasi, Suryono Pane menegaskan, problem utama memang tata ruang. Karena investor yang masuk, terkendala hal ini.

“Namun, ini sudah akan ditangani dengan rencana perubahan tata ruang tersebut,” paparnya.

Saksikan selengkapnya podcast Jawara bersama Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat di Radar Bromo TV, Jumat pukul 19.00. (one)

Editor : Jawanto Arifin
#apindo #jawara #jagongan #kabupaten pasuruan #investasi #ketua dewan