Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

5.900 Warga Kota Pasuruan Tercatat Menganggur, Begini Kata Dinas Tenaga Kerja

Fahrizal Firmani • Jumat, 12 Desember 2025 | 16:05 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

PASURUAN, Radar Bromo - Jumlah pengangguran di kota Pasuruan meningkat. Naik 280 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Tercatat ada 5.900 orang yang menganggur.

Sementara angkatan kerja juga meningkat, seiring bertambahnya jumlah penduduk di Kota Pasuruan, mencapai 128.420 orang.

Meski jumlah pengangguran meningkat, namun tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurun 4,59 persen. Atau turun 0,04 persen dari tahun lalu.

Angka tersebut dibeber Kepala BPS Kota Pasuruan, Imam Sudarmadji. Dia menuturkan kenaikan pengangguran ini terjadi karena jumlah penduduk meningkat. Namun dibandingkan angkatan kerja, yang mengganggur terbilang kecil. Tahun ini, angkatan kerja naik 6960 orang. Menjadi 128.420 orang dari sebelumnya 121.460 orang.

"Artinya pemerintah mampu memberikan lapangan kerja baru sebanyal hampir 7.000 orang. Dibandingkan yang menganggur, jumlahnya masih kecil," katanya.

Pengangguran ini adalah mereka yang tidak bekerja tapi sedang mencari pekerjaan. Atau bisa juga sedang mempersiapkan usaha baru atau sudah punya pekerjaan atau usaha, tapi belum mulai.

Bisa juga mereka yang putus asa sehingga tidak mencari pekerjaan atau mempersiapkan usaha.

Imam menyebut keberhasilan pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja ditunjukkan dengan TPT yang turun. Dalam tiga tahun terakhir, TPT terus mengalami penurunan.

Pada 2023, TPT sebesar 5,64 persen; pada 2024 turun menjadi 4,63 persen dan tahun ini turun lagi menjadi 4,59 persen.

"TPT terus menunjukkan penurunan dalam tiga tahun ini. Ini sangat bagus. Berarti lapangan kerja yang tersedia bisa memenuhi angkatan kerja," jelas Imam.

Di sisi lain, Kepala Disnaker Kota Pasuruan, Mahbub Effendi menuturkan, mengatasi pengangguran tidaklah mudah. Perlu kerja sama lintas sektor. Mulai dari Disperindag, hingga Dinkop UMKM. Bukan hanya Disnaker.

Pihaknya rutin memberikan sejumlah pelatihan pada usia angkatan kerja yang belum bekerja. Diantaranya, pelatihan bengkel, rias, dan salon kecantikan. Selain itu, ada program magang bagi mereka yang hendak bekerja.

"Kami terus berupaya agar pengangguran bisa diatasi. Cuma tidak mudah karena selalu ada angkatan kerja baru," jelas Mahbub. (riz/fun)

Editor : Abdul Wahid
#kota pasuruan #pengangguran #bps #pencari kerja