Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ratusan Pelajar SMP di Kota Pasuruan Gelar Salat Gaib untuk Korban Bencana

Fuad Alyzen • Kamis, 11 Desember 2025 | 07:04 WIB
JEMAAH: Ratusan pelajar SMPN 8 Kota Pasuruan saat mengikuti salat gaib untuk para korban bencana alam di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
JEMAAH: Ratusan pelajar SMPN 8 Kota Pasuruan saat mengikuti salat gaib untuk para korban bencana alam di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

PURWOREJO, Radar Bromo - Ratusan siswa SMP Negeri 8 Kota Pasuruan menggelar istighosah, salat gaib, serta aksi galang dana kemanusiaan untuk para korban bencana alam di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, Rabu (10/12). Kegiatan berlangsung di lapangan olahraga sekolah.

Setidaknya, ada 600 pelajar, guru, serta komite sekolah yang berpartisipasi dalam kegiatan itu.

Selain sebagai wujud doa bersama, kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial di kalangan pelajar terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah.

Para siswa tampak khusyuk mengikuti rangkaian doa, dzikir, hingga salat gaib yang dipimpin oleh guru agama sekolah.

Tidak hanya itu, pihak sekolah juga membuka penggalangan dana kemanusiaan. Bantuan yang terkumpul berupa uang tunai, perlengkapan bayi, hingga pakaian layak pakai.

Seluruh bantuan nantinya akan disalurkan melalui TNI AD, Batalyon Zipur 10 Kota Pasuruan, sebelum dikirimkan ke wilayah bencana.

Kepala SMP Negeri 8 Kota Pasuruan, Arif Syaifurrohman, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk pendidikan karakter yang penting. Terutama dalam menanamkan nilai solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa solidaritas, empati, dan kepedulian sosial para siswa terhadap para korban bencana di Sumatera dan Aceh. Ini bagian dari pembelajaran moral yang tidak kalah penting dari pelajaran di kelas,” ujar Arif.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Anas Sutrisno, menyampaikan bahwa kegiatan istighosah dan salat gaib ini, merupakan sarana untuk mengajarkan siswa agar peduli terhadap korban bencana, meskipun melalui langkah sederhana.

“Tujuan kami mengajak para siswa untuk peduli, membantu sebisa yang mereka mampu. Meski hanya dengan doa dan sedikit donasi, itu menjadi pembelajaran berharga bahwa kepedulian tidak harus menunggu besar,” ungkap Anas. (zen/one)

Editor : Jawanto Arifin
#korban bencana #salat gaib