Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dampak Banjir Kiriman di Kota Pasuruan, Angkut Sampah 3 Bak Pikap yang Nyangkut di Bok Wedi

Fahrizal Firmani • Minggu, 7 Desember 2025 | 02:33 WIB
Petugas BPBD mengambil tumpukan sampah yang nyangkut di jembatan Bok Wedi, Kota Pasuruan.
Petugas BPBD mengambil tumpukan sampah yang nyangkut di jembatan Bok Wedi, Kota Pasuruan.

PASURUAN, Radar Bromo – Banjir kiriman yang terjadi di Kota Pasuruan, turut membawa material sampah di sungai Petung, Kamis (4/12) malam.

Sampah-sampah itu dibersihkan dari Bokwedi dan diangkut tiga mobil pikap di malam itu juga. Lantas dibuang ke TPA Blandongan, Bugul Kidul.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan, Gustap Purwoko mengatakan, penyebab air sungai Petung meluap malam itu bukan hanya karena hujan di hulu.

Namun, juga karena banyaknya sampah yang menutup sungai. Membuat aliran sungai tidak lancar.

Petugas dari Bidang Sumber Daya Air dan Drainase (SDAD), Dinas PUPR yang membersihkan sampah malam itu bahkan mengumpulkan sampah sebanyak 9 meter kubik .

Sampah-sampah itu diangkut dari sungai di bawah Bokwedi selama satu jam.

"Kami membantu petugas BPBD agar banjir lebih cepat surut. Dan kami temukan sampah sebanyak tiga pikap," katanya.

Menurutnya, jenis sampah itu bervariasi. Mulai dari kayu, kain, hingga plastik. Keberadaan sampah ini yang menyebabkan aliran sungai Petung tidak lancar. Sehingga, meluap dan menutup jembatan di jalan nasional.

“Ini menunjukkan rendahnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Kami berharap masyarakat selalu peduli pada tempat tinggalnya. Tidak membuang sampah ke sungai atau drainase,” tuturnya.

Sebab, sampah yang dibuang di drainase bisa membuat aliran tersumbat dan tidak lancar. Saat debit air tinggi, air meluap dan menggenangi jalan hingga pemukiman.

"Kami rutin menggempur drainase perkotaan agar aliran lancar. Tapi warga juga harus ikut menjaga lingkungan," jelas Gustap. (riz/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#kota pasuruan #jembatan #sungai petung #banjir kiriman #sampah #bok wedi