PASURUAN, Radar Bromo - Sektor Perdagangan masih menjadi penyumbang terbesar bagi investasi di Kota Pasuruan.
Diikuti oleh sektor perumahan dan perkantoran serta transportasi, gudang dan telekomunikasi.
Sektor perdagangan mampu menyumbang investasi sebesar Rp 38 miliar tahun ini.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Indra Gunawan.
Menurutnya, penyumbang investasi di Kota Pasuruan tahun ini, tidak berbeda dari tahun lalu. Didominasi oleh perdagangan dan diikuti oleh perumahan.
"Sektor perdagangan, perumahan dan perkantoran serta sektor transportasi dan gudang masih menjadi penyumbang investasi di kota. Sumbangsihnya mencapai 90 persen," katanya.
Indra menuturkan, pemkot menargetkan perolehan investasi tumbuh 2,86 persen dari 2024.
Karena perolehan 2024 sebesar Rp 289.436.037.900, maka target tahun ini sebesar Rp 297.713.908.583.
Sejauh ini, target itu hampir terpenuhi. Sepanjang Januari hingga September, perolehan investasi sudah mencapai lebih dari Rp 121 miliar.
Di mana, penyumbang investasi terbesar berasal dari sektor perdangangan dan reparasi, sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran serta transportasi, gudang, dan telekomunikasi.
Total dari tiga sektor ini, investasi yang diperoleh adalah Rp 100 miliar.
Rinciannya, perdagangan menyumbang investasi Rp 38 miliar, sementara sektor perumahan dan perkantoran memberikan investasi Rp 32 miliar dan dari transportasi serta pergudangan, pemkot mendapatkan investasi Rp 30 miliar tahun ini.
"Dari tahun ke tahun, sektor perdagangan dan perumahan menjadi penopang investasi utama di Kota Pasuruan," jelas Indra.
Kondisi ini bisa dipahami. Sebab Kota Pasuruan memiliki posisi yang strategis. Berdekatan dengan daerah industri seperti Surabaya dan Kabupaten Pasuruan.
Banyak masyarakat yang bekerja di pabrik di kabupaten memilih hunian di kota karena dekat dan sangat ideal untuk investasi.
Di sisi lain layaknya perkotaan yang sedang berkembang, banyak usaha mikro dan menengah yang tumbuh.
Seperti pertokoan, kafe atau rumah makan. Kondisi ini dipacu oleh banyaknya warga luar kota yang datang untuk berbelanja atau rekreasi ke Kota Pasuruan saat akhir pekan.
"Kota Pasuruan menjadi destinasi ideal sebagai tempat usaha atau tempat untuk beristirahat. Apalagi UMK kota lebih terjangkau," tutur Indra. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin