PASURUAN, Radar Bromo - Proses tender pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kota Pasuruan, ternyata molor dari perkiraan.
Saat ini, masih dalam tahap evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis dan harga. Perkiraannya, pemenang akan diumumkan pada akhir Desember.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat menjelaskan proses tender masih berlangsung.
Tahapan ini dilakukan bersama empat daerah lain di Jawa Timur. Yakni Kabupaten Pasuruan, Kota Malang, Kota Kediri dan Kabupaten Kediri.
Dalam halaman spse.inaproc diketahui, proses lelang pembangunan SR ini dialokasikan Rp 1,2 triliun dalam APBN.
Tahap ini diikuti oleh 54 kontraktor. Di halaman ini disebutkan, penetapan dan pengumuman dilakukan pada 15 Desember. Dan penandatangan kontrak bisa dilakukan 23 Desember.
"Memang lebih lama dari perkiraan. Informasi awalnya pengumuman pememang bisa dilakukan akhir November," jelas Kokoh.
Molornya tahap lelang ini, bisa jadi karena berkaitan dengan kesiapan lahan. Mengingat, lahan yang dimiliki oleh daerah bukanlah lahan kosong yang siap langsung digunakan.
Rata-rata adalah lahan sawah atau perkebunan. Sehingga membutuhkan pematangan lahan dahulu sebelum tahap kontruksi.
"Bisa jadi penetapanan pemenang baru dilakukan akhir bulan ini, karena melihat kesiapan lahan. Mayoritas butuh pematangan dulu," jelas kokoh.
Ia menguraikan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah datang ke lokasi dua kali ke Kota Pasuruan untuk memastikan kesiapan areal lokasi lahan.
Pertama pada Agustus lalu. Saat itu, kementerian turun untuk melakukan pengecekan topografi di Jalan Margo Taruno, Kelurahan/Kecamatan Purworejo.
Pengukuran topografi ini dilakukan di lahan seluas 73.841 meter persegi untuk mengetahui kondisi ketinggian tanah pada lahan yang akan dibangun.
Dari hasil pengukuran akan dihasilkan peta topografi yang digunakan sebagai dasar dalam perencanaan SR.
Pengukuran ini didampingi oleh Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan.
Pengukuran menggunakan metode globe navigation satellite system (GNSS) yang memanfaatkan teknologi real time kinematic.
Bulan lalu, kementerian kembali datang untuk mengukur kedalaman lahan. Tujuannya untuk memastikan lahan sebelum dilakukan pengurukan tanah.
Mengingat, lokasi setempat adalah areal persawahan yang menjadi aset pemkot.
Rencananya, ada tiga jenjang sekolah yang akan dibangun. Jenjangnya adalah SD, SMP dan SMA.
Masing-masing jenjang memiliki tiga rombongan belajar (rombel). Tiap rombel bergantung pada pusat. Bisa sebanyak 25 siswa seperti SRMP 28 Pasuruan atau lebih.
"Bisa saja berubah jika ada kendala atau apapun itu. Dan hal ini menjadi kewenangan Kementerian PU selaku penyedia," jelas Kokoh. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin