PASURUAN, Radar Bromo - Cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur menjadi perhatian pemerintah setempat. Pasalnya, kondisi tersebut kerap membahayakan masyarakat.
Seperti banjir di sejumlah wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan, imbas luapan Sungai Welang, Senin (24/11) sore.
Banjir juga membuat tanggul sungai rusak. Lalu lintas lumpuh dan mengganggu masyarakat saat beristirahat.
Sebagai antisipasi, BPBD Kota Pasuruan dan Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur menyiapkan penanganan banjir.
Kepala UPT PSDA Wilayah Sungai Welang-Pekalen Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, Anton Dharma mengatakan, peningkatan kewaspadaan luapan air tengah dilakukan.
Hal ini sebagaimana perkiraan BMKG. Di mana, akan ada peningkatan frekuensi cuaca ekstrem seiring datangnya penghujan.
Antisipasi dilakukan, salah satunya menyiagakan petugas untuk pengamatan cuaca dari BMKG.
Selain itu, penyiagaan petugas juga dilakukan di pintu-pintu air untuk melaporkan dan mengoperasikan pintu untuk antisipasi banjir.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk mensosialisasikan ketahanan warga di daerah rawan banjir.
“Dan yang paling penting, menyiagakan petugas lapangan, alat- alat dan bahan banjiran untuk kegiatan pada kondisi darurat,” sampainya.
Sementara itu, kata Anton, tanggul yang jebol akibat tergerus air sungai, dialokasikan penanganan kedaruratan. Hal ini, untuk mengurangi risiko luapan banjir.
Personel Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pasuruan Anang Sururin menyampaikan, saat ini sudah memasuki musim di mana hujan selalu turun. Apalagi BMKG memberi peringatan dini terkait cuaca ekstrem.
Tentu peringatan ini, menjadi perhatian untuk selalu diwaspadai. “Kami sudah mempersiapkan personel untuk selalu siaga dalam kondisi apapun di saat cuaca sedang ekstrem,” ujarnya. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin