BANGIL, Radar Bromo - Banjir yang merendam Pasuruan tidak hanya membuat warga kesulitan untuk akses transportasi.
Banjir juga membuat kebutuhan air tersendat. Seperti di kawasan Dusun Balungrejo, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji. Selama air belum surut, kebutuhan dasar ini menjadi persoalan paling mendesak.
Untuk menjawab itu, bantuan air bersih didistribusikan ke wilayah terdampak, kemarin. Sebanyak satu armada tangki berkapasitas 9 ribu liter dikerahkan ke titik banjir.
Air bersih disalurkan langsung ke tiga RT yang berada di RW 009, wilayah yang paling lama tergenang. Warga membawa jeriken, ember, hingga galon kosong untuk mengisi kebutuhan harian.
Dari pendataan pemerintah desa, total 265 KK terdampak dengan estimasi lebih dari 900 jiwa yang kini bergantung pada suplai air bantuan.
Rinciannya berasal dari RT 027 sekitar 82 KK atau sekitar 280 jiwa, RT 028 sekitar 86 KK atau sekitar 300 jiwa, RT 029 sekitar 97 KK atau sekitar 330 jiwa.
Kapolsek Beji Kompol Akhmad Sukiyanto mengatakan, pendistribusian ini merupakan respon cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
“Saat banjir, akses air bersih langsung jadi masalah utama. Kami bergerak cepat agar masyarakat tidak makin kesulitan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah desa menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran.
“Kami bersama Pemdes Kedungringin turun langsung mengawasi distribusi. Kami pastikan semua warga yang terdampak terlayani,” imbuhnya. (tom/fun)
Editor : Abdul Wahid