GADINGREJO, Radar Bromo-Banjir imbas meluapnya kali welang tak hanya melumpuhkan jalur pantura desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Senin malam hingga Selasa dinihari (25/11).
Sejumlah permukiman warga di wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan juga terendam banjir.
Di Kota Pasuruan, banjir cukup parah merendam kawasan permukiman warga di Lingkungan Karangasem, Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo.
Ketinggian air pun cukup tinggi. Rumah warga yang sudah ditinggikan masih terendam hingga seperut orang dewasa.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan pun terpaksa mengevakuasi sejumlah warga yang rumahnya terendam banjir cukup dalam hingga 1,5 meter lebih.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, petugas BPBD mengevakuasi warga dengan menggunakan perahu karet.
Perahu karet itu menyusuri jalan di lingkungan Karangasem yang berubah bak sungai. Warga yang ada di rumah pun dievakuasi ke tempat yang lebih nyaman.
Rata-rata warga yang dievakuasi merupakan lansia (lanjut usia) dan anak-anak.
Rata-rata mereka diungsikan ke rumah kerabatnya yang tak terendam banjir.
Lingkungan Karangasem, Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan selama ini memang jadi langganan banjir.
Kawasan setempat berbatasan langsung dengan Kali Welang yang menjadi batas wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan.
Kondisi jalanan lingkungan Karangasem yang lebih rendah dari jalur pantura juga membuat kawasan setempat sering terendam banjir saat masuk penghujan.
Banjir kali ini merupakan terparah sepanjang masuk penghujan kali ini. Selain di Karangketug, ada dua kelurahan lain di Kota Pasuruan yang juga terendam banjir.
Kondisi terdampak banjir paling parah ada di Lingkungan Karangasem dan Rujakgadung, Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.
Hingga berita ini ditulis Selasa dinihari, proses evakuasi pada warga yang rumahnya terendam banjir cukup parah masih berlangsung. (ube/mie)
Editor : Muhammad Fahmi