PASURUAN, Radar Bromo-Pembangunan Lapas IIB Pasuruan terus dikebut. Direktorat Jenderal Pemasyarakan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menargetkan akhir tahun 2026, proyek multiyears ini bisa rampung. Sehingga awal tahun 2027, bisa difungsikan.
Target itu disampaikan Dirjenpas Kemenimipas RI Brigjen Pol Mashudi saat berkunjung ke lapas baru di Jalan Ir Juanda, Bugulkidul, Kota Pasuruan, Minggu (23/11).
Ia mengecek areal lapas terintegrasi di Kelurahan Tapaan itu bersama Kalapas Pasuruan Tri Wibawa Kristiyana dan Kakanwil Dirjenpas Jatim Kadiyono.
Mereka meninjau sejumlah fasilitas yang sudah dibangun. Di antaranya, kantor dan blok hunian warga binaan (WB).
Mereka juga melihat fasilitas yang tengah digarap, seperti gereja, masjid, dan sarana pembinaan bagi WB.
Dirjenpas sangat mengapresiasi progres pembangunan yang dinilai berjalan baik.
"Tadi saya lihat pengerjaannya sudah bagus. Baik yang sudah digarap, maupun yang tengah digarap. Kami harap kualitas konstruksi dan perencanaan itu sesuai, sehingga bisa segera rampung," katanya.
Pihaknya menargetkan agar seluruh pembangunan di lapas terintegrasi ini bisa selesai pada akhir 2026.
Lalu seluruh sisa pembangunan yang belum tergarap, bisa dikerjakan tahun depan. Yakni, ruang Balai Latihan Kerja (BLK), hingga blok hunian. Sehingga awal 2027 bisa difungsikan.
"Kalau pembangunannya berjalan sesuai progres, bisa rampung tahun depan. Fasilitas yang belum tergarap tahun ini bisa dikerjakan tahun 2026," jelas Mashudi.
Kalapas IIB Pasuruan Tri Wibawa Kristiyana menyebut, proyek multiyears yang dibiayai oleh APBN itu dialokasikan Rp 10 miliar pada 2025.
Ditarget, proyek lanjutan ini rampung akhir Desember 2026. Proyek fisik ini digarap sejak Juli lalu. Saat ini, fokus menggarap tempat ibadah yakni masjid dan gereja.
"Kalau fisik tahun ini sudah mencapai lebih dari 70 persen. Insyaallah fasilitas tempat ibadah dan ruang pembinaan untuk WB bisa rampung akhir Desember," katanya.
Bowo–sapaannya–menyebut, tahun ini masuk tahap keempat. Tapi fasilitas dan sarana prasarana yang perlu dipenuhi, cukup banyak. Selain blok hunian, juga perlu membangun pagar areal dalam hingga rumah dinas bagi pejabat.
Untuk blok hunian dari kebutuhan lima blok, baru tergarap tiga blok. Sehingga kurang dua blok.
Pembangunan lapas terintegrasi ini sudah dimulai sejak 2022. Dengan alokasi tahap keempat sebesar Rp 10 miliar, pemerintah pusat telah menggelontor Rp 165 miliar.
Rinciannya, tahap pertama dan kedua digelontor masing-masing Rp 50 miliar. Dan tahap ketiga yang dilakukan tahun lalu dialokasikan Rp 55 miliar.
"Tadi Pak Dirjenpas bilang jika pembangunan lapas diharap rampung 2026. Tentu kami sangat senang jika fasilitas lainnya bisa segera dipenuhi tahun depan," tutur Bowo. (riz/hn)
Editor : Muhammad Fahmi