PEMERINTAH Kabupaten Pasuruan terus mengoptimalkan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya di sektor pertanian, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Pemkab Pasuruan menggelar sejumlah program apik.
Tahun 2025, DKPP menggunakan dana tersebut salah satunya menggelar pelatihan budi daya tembakau bagi pemula. Plt Kepala DKPP Kabupaten Pasuruan Hari Hijroh Saputro mengatakan, pelatihan ini bertujuan memotivasi petani dalam pengembangan budi daya tembakau, sehingga produktivitas dan kualitas tembakau meningkat.
“Pelatihan ditujukan mendapatkan hasil panen tembakau yang bermutu dan berkualitas, maka perlu adanya budi daya yang tepat,” ujarnya.
Pelatihan dilaksanakan selama dua hari, mulai Selasa-Rabu, 11-13 November 2025. Tercatat ada 50 petani milenial yang mengikutinya. Para peserta diberi pengetahuan mulai dari persiapan lahan, pembibitan, pemeliharaan tanaman, pengamatan hama dan penyakit, hingga panen dan pascapanen.
Lebih spesifik, materi pelatihan terdiri pemahaman varietas tembakau yang sesuai berdasar karakter ketinggian tempat dan analisis cuaca. Kemudian, juga pemeliharaan tanaman tembakau melalui metode pembibitan yang tepat.
Dilanjutkan pengetahuan tentang kegiatan pascapanen. Pemeliharaan meliputi pemupukan, pengairan, dan pengendalian hama atau penyakit tanaman tembakau.
Disampaikan juga tentang pengetahuan kegiatan pascapanen yang bertujuan meghasilkan produk tembakau yang mempunyai mutu berkualitas. Meliputi aroma dan rasa. Selain itu, yang tidak kalah penting tentang pengelolaan hama atau penyakit tanaman tembakau melalui teknologi pertanian terbaru.
Adanya pelatihan ini disambut antusias oleh para peserta yang rata-rata petani milenial. Selama dua hari, mereka terlihat semangat berdiskusi dengan narasumber. Begitu juga ketika praktik menanam tembakau. (unt/*)
Editor : Ronald Fernando