PASURUAN, Radar Bromo – Pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Sumbersuko–Wonolilo, Kecamatan Gempol tahun anggaran 2025, terganjal dengan banyaknya dump truk yang melintas.
Hal itupun menjadi perhatian Pemkab Pasuruan agar pekerjaan pavingisasi itu bisa diselesaikan.
Langkahnya dengan penutupan sementara ruas Jalan Sumbersuko–Wonolilo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Kebijakan ini diambil, menindaklanjuti rekomendasi Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat.
Di mana sebelumnya, Samsul Hidayat melakukan peninjauan lapangan ke lokasi.
Hasilnya, ia menemukan bahwa pekerjaan paving sering terhambat oleh tingginya mobilitas truk besar dan kendaraan berat.
Selain itu, material paving yang bergeser karena tekanan kendaraan. Serta pasir yang hanyut akibat tidak adanya drainase sementara.
Karena itulah, Samsul meminta Pemkab menutup jalan sementara. Agar pekerjaan tidak terus terganggu, sekaligus memberikan waktu bagi pelaksana untuk merapikan struktur jalan secara maksimal.
“Percepatan pembangunan ini penting, karena jalan tersebut merupakan akses vital menuju perusahaan, sekolah, pemukiman, dan pusat belanja. Harapan kami, setiap rupiah yang dikeluarkan untuk pembangunan, harus benar - benar maksimal, memberi manfaat untuk masyarkat Pasuruan. Jadi pelaksanaannya pun harus dikawal. Ada masalah, dicarikan solusinya,” ungkapnya.
Plt Kepala Dinas BMBK Sarinah Rostief menguraikan, penutupan diberlakukan selama 7 hari.
Mulai 24 November hingga 30 November 2025. Langkah ini diambil, sebagai upaya percepatan pekerjaan pavingisasi di jalan setempat.
“Penutupan jalan sementara perlu dilakukan agar pekerjaan berjalan efektif,” sampainya.
Baca Juga: Benahi 200 Titik Jalan, Pemkab Pasuruan Gelontor Dana Hingga Rp 33 Miliar
Ia mengaku, berterima kasih atas dukungan dan masukan legislatif, yang dinilai mempercepat proses pengambilan keputusan.
Dengan penutupan sementara ini, pekerjaan paving sepanjang 500 meter tersebut, diharapkan bisa dikebut dan diselesaikan tepat waktu. Sekaligus menghadirkan kualitas hasil yang lebih kuat dan tahan lama. (one)
Editor : Fahreza Nuraga