PASURUAN, Radar Bromo - Kondisi jalan bebas hambatan yang bisa memangkas waktu perjalanan bisa membuat pengendara terlena. Pengendara yang melaju kencang kerap memicu terjadinya kecelakaan.
Berdasarkan data dari Sat PJR Direktorat Lalulintas Polda Jawa Timur, sepanjang 2025 jumlah fatality rate yang terjadi di tol wilayah Hukum Polres Pasuruan dan Kota, cukup tinggi.
Hingga Oktober 2025, ada 904 kejadian kecelakaan di wilayah Hukum Polres Pasuruan.
Insiden itu menyebabkan sebanyak 194 korban meninggal. Artinya, fatality rate mencapai 21,46 persen.
Sedangkan di wilayah Hukum Polres Pasuruan Kota, sudah mendata 150 kali kejadian. Dan 18 kali korban meninggal dunia. Dengan fatality rate 12,00 persen.
Panit Jatim III Sat PJR Direktorat Lalulintas Polda Jawa Timur Ipda Ridho Pramana menyampaikan, fatality rate merupakan ukuran statistik yang menunjukkan persentase orang yang meninggal akibat penyakit atau kondisi tertentu dari total jumlah kasus yang teridentifikasi dalam periode waktu dan populasi tertentu.
Di wilayah Polres Pasuruan sendiri, sudah sering kejadian kecelakaan. 904 kejadian, dari Januari hingga Oktober 2025 .
Korban yang tewas sebanyak 194 korban. Dengan fatality rate 21,46 persen.
Sedangkan di wilayah Hukum Polres Pasuruan Kota, sudah mendata 150 kali kejadian.
Dan 18 kali korban meninggal dunia. Dengan fatality rate 12,00 persen. “Data korban yang meninggal imbas kecelakaan di tol hingga Oktober 2025, sebanyak 212 korban,” ujarnya.
Maka, upaya untuk pencegahan adalah menggelar Operasi Zebra 2025, yang digelar selama dua pekan ke depan.
Targetnya beragam. Dan salah satunya adalah mencegah fatality rate. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin