PASURUAN, Radar Bromo - Sejumlah jalan permukiman di Kota Pasuruan bakal semakin nyaman dilewati. Tahun ini, Pemkot Pasuruan akan memperbaiki 15 ruas jalan permukiman dengan anggaran lebih dari Rp 2 miliar.
Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Akung Novajanto menuturkan, sebenarnya jalan permukiman yang membutuhkan perbaikan cukup banyak. Total ada lebih dari 8.000 ruas jalan permukiman. Ribuan ruas jalan ini tersebar di 34 kelurahan yang ada di kota.
Tahun ini, menurutnya, pihaknya akan membenahi 15 ruas jalan permukiman. Lokasinya tersebar antara lain di Gang Jambu, Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo dan di sisi utara Stadion Untung Suropati, Kelurahan Petamanan, Kecamatan Panggungrejo.
"Ada 15 paket pengerjaan yang menyebar di sejumlah kelurahan. Anggarannya lebih dari Rp 2 miliar," katanya.
Akung menyebut, pembenahan pada jalan permukiman itu bergantung kondisi. Ada yang hanya memperbaiki jalan pavingnya. Namun, untuk jalan di Gang Jambu dan di utara stadion akan diperbaiki jalan dan drainasenya.
Menurut Akung, kondisi jalan permukiman kota memang harus dicek secara berkala. Bisa jadi tahun ini, masih bagus. Namun di tahun berikutnya, sudah rusak. Kerusakan bisa terjadi karena tingginya intensitas kendaraan yang melintas.
"Jadi secara rutin kami lakukan pengecekan untuk memastikan kondisi jalan tetap mulus," sebut Akung.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan bakal meningkatkan pengawasan jalan selama musim hujan di kota. Termasuk pemeliharaan jalan tetap dilakukan.
Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan Gustap Purwoko menyebut, selama musim hujan intesitas pengawasan kondisi jalan akan ditingkatkan. Tujuannya, memastikan kondisi jalan tetap baik. Mengingat air adalah musuh alami dari aspal.
Aspal yang rutin terkena oleh air, menurutnya, bisa terkikis. Baik itu air hujan maupun genangan. Jika terjadi lama, maka aspal bisa hancur dan berlubang. Kondisi inilah yang diantisipasi oleh Dinas PUPR agar tidak ada jalan perkotaan yang tidak mulus.
"Selama musim hujan, tim tetap bergerak. Pengawasan akan dilakukan lebih intens. Sehingga, kondisi jalan tetap baik," katanya.
Menurutnya, tahun ini pihaknya menyiapkan anggaran untuk pemeliharaan jalan dan jembatan sebesar Rp 1,5 miliar. Pemeliharaan yang dilakukan menyesuaikan dengan kondisi jalan. Jika ditemukan ada jalan yang berlubang, Dinas PUPR akan menutupnya dengan melakukan pengaspalan.
"Ada regu dari Bina Marga yang melakukan pengawasan. Mereka berkeliling setiap harinya di 86 ruas jalan kota," jelas Gustap.
Berdasarkan survei terakhir, menurutnya, kondisi kelayakan jalan perkotaan mencapai lebih dari 80 persen. Artinya, jalan kota dalam kondisi baik.
Namun jika tidak dijaga, maka kondisi jalan bisa berubah. Mengingat setiap harinya, jalan perkotaan rutin dilewati kendaraan kecil dan besar.
"Kami pastikan jalan kota tetap baik dan bisa menunjang mobilitas warga. Jangan sampai ada pengguna jalan yang celaka," sebut Gustap. (riz/hn)
Editor : Muhammad Fahmi