Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tolak Pembangunan Sekolah Tamtama, Warga Lekok Pasuruan Gelar Istighotsah Kubro, Ini Respons TNI AL

Fahrizal Firmani • Minggu, 16 November 2025 | 21:58 WIB
ISTIGHOTSAH: Warga saat menggelar istighotsah menolak pembangunan sekolah tamtama di Lekok, Kabupaten Pasuruan.
ISTIGHOTSAH: Warga saat menggelar istighotsah menolak pembangunan sekolah tamtama di Lekok, Kabupaten Pasuruan.

LEKOK, Radar Bromo-Gelombang aksi penolakan terkait rencana pembangunan sekolah tamtama TNI AL di dusun Semongkrong, desa Pasinan, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, terus bergulir.

Usai memasang banner penolakan di calon lokasi lahan, dan demo di makolatmar, Minggu (16/11) giliran warga menggelar istighostah di lokasi setempat.

Aksi ini diikuti oleh sekitar 800 orang. Istighostah berlangsung di tengah kebun kelor selama 1,5 jam mulai pukul 10.00.

Istighotsah itu juga dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat. Mulai dari anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Eko Suryono hingga Kades Pasinan Mulyono. Aksi berlangsung damai dan khidmat.

Kades Pasinan, Mulyono menuturkan masyarakat tetap menolak adanya pembangunan sekolah tamtama.

Meski belum pernah ada pembicaraan dengan TNI AL, namun rencana ini diketahui dengan adanya banner bertuliskan di lokasi ini akan dibangun sekolah tamtama di tengah kebun kelor di dusun semongkrong.

Pihaknya berharap agar pemerintah pusat bisa membantu menyelesaikan masalah ini. Dan selama masalah ini belum klir, diharapkan tidak ada pembangunan di lokasi ini. Dan aksi istighostah ini sebagai bentuk permohonan pada Tuhan agar dibantu mendapat solusi terbaik.

"Ini sebagai bentuk aksi penolakan masyarakat pada rencana pembangunan sekolah tamtama. Kami minta tidak ada pembangunan sampai presiden memberi solusi," jelas Mulyono.

Tokoh masyarakat, Ustad Sulaiman menamabahkan, aksi istighotsah ini sebagai bentuk penolakan dari masyarakat.

Aksi tidak hanya berwujud fisik seperti unjuk rasa, tapi juga bisa melalui spiritual dengan memohon bantuan dari Tuhan. Sehingga bisa mendapatkan jalan keluar terbaik dari permasalahan yang ada.

"Kami berharap Tuhan membantu warga Pasinan keluar dari masalah ini. Diberi jalan keluar yang terbaik bagi masalah ini," jelas Sulaiman.

Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Eko Suryono menyebut pihaknya hadir dalam istighostah ini atas undangan masyarakat.

Aksi ini sebagai bentuk aspirasi masyarakat dalam menindaklanjuti adanya banner terkait pembangunan sekolah tamtama di desa setempat. Penolakan ini muncul karena adanya traumatik yang dialami oleh masyarakat.

Dimana banyak warga setempat yang menjadi korban aksi represif yang dilakukan tentara, seperti terkena peluru hingga bom dari aparat.

Kehadirannya adalah bentuk empati dengan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat. Ia mendorong pemerintah pusat untuk melihat secara utuh konflik agraria yang terjadi selama bertahun tahun ini.

Pihaknya pernah memfasilitasi warga dengan pemkab, pemprov hingga ATR/BPN untuk mencari solusi terkait permasalahan ini.

Namun memang hanya pemerintah pusat yang bisa menyelesaikan. Harapannya masalah ini tidak sampai berlarut larut.

"Sebelum ada pertemuan dengan masyarakat, kami harap tidak ada bangunan yang menimbulkan gejolak dan membuat masyarakat tidak bisa kondusif," tutur politisi Nasdem ini.

Paur PAM, Puslatpur 3 Grati, Letda Marinir Sutikno mempersilahkan masyarakat menggelar istighostah kubro. Sebab itu hak mereka.

TNI AL juga tidak mempermasalahkan penolakan yang dilakukan oleh warga atas rencana pembangunan sekolah tamtama itu.

Justru pihaknya mempertanyakan atas dasar apa masyarakat menolak itu. Sebab rencana pembangunan ini merupakan program dari pemerintah.

Sebagian masyatakat juga tahu jika lahan tersebut adalah milik TNI AL. Jadi saat ada pembangunan oleh pemerintah, tetap bisa terbangun.

"Nanti pimpinan yang akan mengkoordinasikan. Ada duduk bareng antara forkopimda dsngan masyarakat untuk membahas soal pembangunan ini," jelas Sutikno. (riz/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#istighotsah #pasuruan #Tolak #pembangunan #sekolah tamtama marinir #tni al #lekok