PASURUAN, Radar Bromo - Pengajuan kartu kuning di Kota Pasuruan sepanjang tahun ini, cukup tinggi.
Setidaknya, ada 1.140 permohonan yang masuk ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pasuruan. Mayoritas peminat kartu kuning dari lulusan SMK.
Kepala Disnaker Kota Pasuruan, Mahbub Effendi mengungkapkan, permintaan kartu kuning selama Januari hingga Oktober didominasi oleh lulusan SMK, sebanyak 550 orang.
Lalu diikuti oleh lulusan SMA sebanyak 250 orang. Sisanya dari kalangan lulusan D1 hingga S1, sebanyak 340 orang.
"Jika dibandingkan tahun lalu, memang masih tinggi 2025. Apalagi, tahun 2025 masih berjalan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kartu kuning ini biasanya digunakan sebagai syarat dari perusahaan untuk pencari kerja.
Untuk mendapatkan kartu ini, mereka bisa mengurus langsung ke Mal Pelayanan Publik (MPP) dengan membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK), fotokopi identitas diri berupa KTP dan ijazah terakhir yang sudah dilegalisir.
Beberapa tahun terakhir, peminat kartu kuning selalu di atas seribu orang. Ini menunjukkan jika pencari kerja (pencaker) di Kota Pasuruan cukup tinggi.
Disnaker berupaya membantu pencaker, untuk bisa segera mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.
"Peminat kerja memang tinggi. Di luar itu, kami bekali yang belum bekerja dengan pelatihan," jelas Mahbub. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin