PASURUAN, Radar Bromo-Viral di media sosial, warga Desa Balung Anyar, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan yang meninggal dunia, harus ditandu oleh pihak keluarganya saat dirawat di RSUD Grati Pasuruan.
Info yang beredar, warga itu tidak mendapatkan tempat tidur dorong dari rumah sakit. Ternyata, kejadian ini hanya miskomunikasi.
Dalam video yang beredar berdurasi satu menit 27 detik itu, terlihat keluarga yang tampak kesal, karena tidak mendapatkan tempat tidur dorong dari rumah sakit.
Akhirnya, pihak keluarga membawa jenazah itu dengan cara menandu.
Kades Balung Anyar, Sholeh mengaku, pengambilan video itu diambil olehnya. Namun, ia enggan merinci kronologi kejadian itu.
Yang pasti, itu terjadi karena miskomunikasi dengan rumah sakit. Dan masalah ini sudah jelas. Pihak rumah sakit telah datang ke rumah warga bersangkutan.
"Itu hanya miskomunikasi. Sudah clear. Pihak rumah sakit yang diwakili humas dan manajemen datang ke rumah duka. Sudah saling memaafkan," katanya tanpa merinci lebih lanjut.
Humas RSUD Grati, Deby Ikka Kardian membenarkan kejadian di video viral itu. Ia meyakinkan, hal itu karena kesalahpahaman semata.
Pihaknya dan warga bersama kades telah meluruskan persoalan ini. Semuanya telah menerima dengan lapang dada.
"Hanya miskomunikasi," jelas Deby tanpa menjelaskan lebih lanjut terkait persoalan yang terjadi itu. (riz/one)
Editor : Fahreza Nuraga