Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tolak Pembangunan Sekolah Tamtama TNI AL di Wilayah Lekok Pasuruan, Warga Datangi Lokasi dan Pasang Banner

Fuad Alyzen • Rabu, 12 November 2025 | 23:51 WIB
GERUDUK: Puluhan warga yang mendatangi lokasi yang disebut-sebut akan dibangun sekolah tamtama TNI AL.
GERUDUK: Puluhan warga yang mendatangi lokasi yang disebut-sebut akan dibangun sekolah tamtama TNI AL.

LEKOK, Radar Bromo-Puluhan warga Desa Pasinan, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan memasang benner bertuliskan penolakan pembangunan apapun di tanah desa setempat, Rabu (12/11).

Hal ini terjadi, seiring dengan kabar rencana pembangunan sekolah Tamtama Marinir TNI AL di Dusun Semongkrong, Desa Pasinan oleh TNI AL.

Aksi penolakan tersebut tak berlangsung lama. Warga mulai berdatangan sejak pukul 09.00 sampai pukul 10.00. Setelah memasang benner penolakan, warga pulang ke rumah masing-masing.

Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Pasuruan Eko Suryono menyampaikan, warga menolak karena di lahan Dusun Semokrong ada benner yang bertuliskan “Di sini akan dibangun gedung sekolah tamtama marinir TNI AL”. 

Karena itu termasuk lahan Desa Pasinan, warga menolaknya. Mereka mendatangi lokasi beramai-ramai untuk menjawab tulisan pada benner tersebut.

“Bukan demo. Hanya bentuk penolakan yang dilakukan secara beramai-ramai oleh bapak dan ibu-ibu,” ujarnya.

Paur PAM Puslatpur 3 Grati, Letda Mar Sutikno menjelaskan, dirinya tidak tahu masyarakat melakukan aksi apa.

Sebab, di lokasi warga melakukan aksi dan pemasangan benner itu, tidak ada rencana pembangunan apapun.

“Tidak ada pembangunan apapun di sana. Perencanaan juga tidak ada,” sampainya.

Menurutnya, kemungkinan warga melakukan itu, khawatir ada rencana pembangunan batalyon di Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Padahal, tidak ada perenacanaan pembangunan apapun. Jika mereka memang menolak, seharusnya datang ke lokasi pembangunan untuk menyampaikan unek-uneknya. Nanti pihaknya akan menjawab dengan santun.

Dan lagi-lagi, hal itu sangat disayangkan. Sebab menurutnya, hal ini terjadi diduga ada yang mengkompori.

Kemudian warga marah dan targetnya TNI AL yang menjadi sasarannya. Padahal bangunan batalyon itu sudah terencana.

“Siapa yang mau melawan warga. Kasihan mereka selalu dikompori,” ujarnya. (zen/one)

Editor : Fandi Armanto
#puslatpur pasuruan #tni al #puslatpur marinir #sengketa