Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tingkat Hunian Kamar Hotel di Kota Pasuruan Kembali Jeblok

Fahrizal Firmani • Rabu, 12 November 2025 | 23:05 WIB
TEMPAT MENGINAP: Salah satu hotel yang ada di Kota Pasuruan. Selama September 2025, tingkat hunian kamar hotel di Kota Pasuruan, cenderung menurun.
TEMPAT MENGINAP: Salah satu hotel yang ada di Kota Pasuruan. Selama September 2025, tingkat hunian kamar hotel di Kota Pasuruan, cenderung menurun.

PASURUAN, Radar Bromo - Okupansi atau tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Kota Pasuruan, kembali anjlok.

Sepanjang September 2025, TPK hotel di Kota Pasuruan hanya sebesar 24 persen atau turun 3,92 persen dibanding bulan sebelumnya.

Di mana, TPK hotel sepanjang Agustus mencapai 27,92 persen. Hal itu bahkan lebih rendah dari TPK Jatim.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan, Imam Sudarmadji menyebut TPK hotel di Kota Pasuruan selama September, turun usai naik pada Juli dan Agustus.

TPK hotel selama Juni mencapai 22,99 persen. Sementara TPK Juli sebesar 26,94 persen dan TPK Agustus adalah 27,92 persen.

"Selama Juni sampai Agustus, TPK hotel di Kota Pasuruan selalu mengalami kenaikan. Namun, di bulan September, TPK hotel mengalami penurunan,” jelasnya.

Angka TPK ini berarti, selama September, dari setiap 100 kamar yang disediakan oleh seluruh hotel di Kota Pasuruan, hanya 24 kamar yang “terjual” per malamnya.

Bahkan jika dibandingkan Jatim, TPK Kota Pasuruan lebih rendah. TPK Jatim pada September, mencapai 32,95 persen.

"Sebenarnya, tidak hanya TPK hotel di Kota Pasuruan yang turun. Karena TPK hotel di Jatim juga turun. Bulan sebelumnya, TPK hotel di Jatim mencapai 32,99 persen," kata Imam.

Beberapa factor menjadi penyebab. Salah satunya, berakhirnya perayaan lokal, festival, hingga lomba saat kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo yang transit di Kota Pasuruan juga mengalami penurunan dan turut mempengaruhi penurunan TPK pada September.

"Nilai RLM (rata-rata lama menginap, red) hotel di Kota Pasuruan selama September adalah 1,00 hari yang artinya, secara rata-rata tamu menginap satu hari. Sama seperti Juli dan Aguatus lalu," tuturnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Pasuruan, Fuji Subagyo menyebut okupansi hotel sudah membaik dibanding awal tahun.

Dan trennya, okupansi hotel akan mengalami kenaikan saat akhir tahun. Karena ada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Saat akhir tahun, hotel memberikan promo spesial agar masyarakat mau berkunjung dan menginap di Pasuruan," jelas Bagyo-sapaannya. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
#kota pasuruan #okupansi #hotel