PURWOREJO, Radar Bromo-Betapa paniknya Wh, 9. Jari manisnya mendadak terasa kesakitan.
Siswa kelas 3 SDN I Rowogempol, Jalan Raya Lekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan membuat heboh di sekolahnya.
Sebabnya, cincin di jari manisnya tak bisa dibuka. Akhirnya para guru membawanya ke markas BPBD Kota Pasuruan, sekitar pukul 11.30. Petugas membukanya dengan cara memotong.
“Dibawa ke mako (markas, red). Karena cincinnya tidak bisa ke buka,” ujar Personel Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pasuruan Anang Sururin.
Tiba di markas, jari manis anak tersebut sudah membengkak. Wajar saja cincin susah terlepas. Jika dipaksakan akan membuat sakit anak tersebut.
Petugas pun perlahan memberi penahan atau pengaman kulit dari benda tajam. Dengan hati-hati memotong besi cincin yang terbuat dari bahan monel tersebut.
Setelah terpotong cincin dibuka dengan cara dilebarkan. Lalu dilepas dari jari manisnya. “Sudah bisa terbuka setelah terpotong,” sampainya. (zen/fun)
Editor : Fandi Armanto