PASURUAN, Radar Bromo - Bencana longsor kembali terjadi di Kabupaten Pasuruan.
Kamis pagi (6/11), material tanah dari tebing setinggi sembilan meter dan lebar lima meter menimpa ruas jalan utama dusun Krajan, Desa Keduwung, Kecamatan Puspo.
Akibatnya, jalan penghubung Desa Keduwung-Puspo ini sempat tertutup.
Peristiwa longsor ini diakibatkan hujan deras yang terjadi di Puspo pada Rabu (5/11) malam.
Hujan dengan intensitas tinggi dengan waktu yang cukup lama, membuat material batu dan tanah dari tebing, menutupi jalan.
Lokasinya tepat di sebelah timur Jembatan Watu Karung. Jalan yang tertutup sekitar tiga meter.
Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Seno menyebut longsor ini berhasil dievakuasi sekitar pukul 10.30.
Selama 3,5 jam, petugas dari Dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan, Polsek Puspo, Koramil Puspo, Kecamatan Puspo dan perangkat desa setempat melakukan kerja bakti bersama.
"Penyebabnya karena cuaca. Rabu malam, hujan deras melanda kecamatan puspo. Akibatnya tebing di desa setempat mengalami longsor," katanya.
Joko menuturkan selama proses evakuasi berjalan lancar. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.
Namun longsor sempat membuat jalan tidak bisa dilalui selama 3,5 jam. Karena material longsor menutup badan jalan.
Di sisi lain, Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi membenarkan ada longsor di Desa Keduwung, Bencana ini bisa diatasi oleh muspika dan masyarakat setempat.
Ia meminta agar masyarakat di wilayah atas selalu berhati hati. Karena potensi terjadinya longsor tinggi.
Beberapa wilayah kabupaten pasuruan yang berada di dataran tinggi adalah Tosari, Puspo, Lumbang, Tutur, Purwodadi dan Prigen.
"Kami rutin lakukan langkah antisipasi dengan menyampaikan sosialisasi, peringatan dini dan pemantauan selama 24 jam. Memberi stok logistik kedaruratan di kecamatan rawan," jelasnya. (riz/fun)
Editor : Fandi Armanto