PUNCAK acara Peringatan Hari Santri Nasional 2025 resmi berakhir Selasa (4/11) malam. Sebagai pamuncaknya, Pekan Raya Santri 2025 ditutup dengan acara salawat bersama Majelis Sholawat Az Zahir yang dipimpin langsung Habib Ali Zainal Abidin Assegaf.
Ribuan orang berbondong-bondong memadati area lapangan A Yani di Kelurahan Gratitunon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan untuk menyaksikan langsung penampilan majelis salawat Az Zahir yang dipimpin oleh sang guru, Habib Ali Zainal Abidin Assegaf.
Bahkan, dari sore sebelum acara di mulai banyak masyarakat baik Pasuruan dan dari luar daerah, mulai hadir. Mereka mencari tempat strategis yang berada di depan panggung dengan alas duduk.
Zahir Mania dari luar Pasuruan yang datang diantaranya dari Sidoarjo, Jember, Surabaya dan masih banyak daerah lainnya yang berada di sekitar Pasuruan.
Wakil Bupati Pasuruan, HM Shobih Asrori dalam sambutannya mengatakan bahwa serangkaian agenda peringatan hari santri ini merupakan bentuk jihad para santri dalam terus menumbuhkan karakter santri yang berperan penting dalam membangun negeri.
“Saat ini perjuangan kita berbeda dengan dulu. Kita tidak perlu berperang dengan senjata. Tapi saat ini, inilah bentuk resolusi jihad kita dan mensyukuri kemerdekaan yang diberikan Allah,” ungkapnya.
Gus Shobih sapaan akrab wakil bupati berharap agar acara serupa dapat kembali di gelar di tahun depan. Tentu dengan acara yang lebih meriah.
Acara peringatan hari santri nasional ini, menurutnya adalah bentuk syukur atas kemerdekaan bangsa Indonesia yang dulu dicita-citakan dan diperjuangkan oleh para ulama.
“Ini wujud syukur kita terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia. Harapannya acara peringatan hari santri ini bisa digelar di tahun depan dengan lebih meriah,” ujarnya.
Sementara itu, Habib Ali Zainal Abidin Assegaf juga memberikan tausiahnya kepada seluruh masyrakat yang hadir malam tersebut. Habib Bidin berdakwah agar masyarakat terus mengumandang salawat dan menghormati guru.
“Kita tidak punya bekal yang cukup untuk masuk surge, makanya harus gondeli ulama dan guru,” pesannya.
Sementara itu, dari segi lainnya agenda Pekan Raya Santri 2025, tak hanya menjadi agenda seremonial semata. Lewat agenda ini, sebagaimana yang menjadi tujuan Pemkab Pasuruan adalah untuk menghidupkan ekonomi masyarakat.
Penuhnya masyarakat yang mengikuti sholawat pada malam itu secara langsung juga menghidupakan ekonomi daerah lewat UMKM. Terlihat banyak sekali UMKM yang berjejer di sekitar lapangan A. Yani.
Pedagang bernama Desi, 47 ini salah satunya. Dia mengaku merupakan bagian dari penggemar sholawat Az Zahir sehingga seringkali ikut acara salawatan yang digelar di beberapa kota sembari berjualan.
“Memang sengaja ikut karena ingin salawatan tapi sekaligus berjulan. Sering ke luar kota, kemarin paling jauh ke Madura,” ujarnya.
Desi mengaku, jualannya hari itu lumayan laris karena banyaknya penonton yang hadir di acara penutupan pekan raya santri. “Alhamdulillah lumayan laku saya tadi datang sore ke sini,” ujarnya (ran/*)
Editor : Fandi Armanto