PASURUAN, Radar Bromo-Hujan deras dengan durasi lama yang mengguyur Kota Pasuruan membuat air sungai Petung meluap. Air meluap hingga ke jembatan Bukwedi di Kelurahan Blandongan, Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Sabtu (1/11) malam.
Air sungai bahkan sampai meluber ke Jalan Raya Ir Juanda. Jalan sepanjang 1 kilometer dipenuhi lumpur yang terbawa oleh banjir. Karena itu, arus lalu lintas dialihkan sampai Minggu (2/11) pagi.
Arus lalu lintas dari timur dialihkan ke Jalan KH Hasyim Ashari, menuju ke Kelurahan Kebonagung, Kota Pasuruan.
Lalu lintas dari arah barat dialihkan ke Jalan Pahlawan menuju timur dan tembus di Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul.
Debit air Sungai Petung diketahui meninggi sejak pukul 23.13. Tak lama kemudian, air sungai meluber ke Jembatan Bukwedi. Genangan air mencpai 10 - 25 sentimeter pada Minggu (2/11) pukul 00.15.
“Genangan air tertinggi mencapai 25 sentimeter ke jalanan dan rumah warga,” ujar Personel Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pasuruan Anang Sururin.
Minggu (2/11) sekitar pukul 02.00, banjir mulai surut dan menyisakan material lumpur licin yang menutupi permukaan jalan. Saat itu juga, BPBD membersihkan material lumpur agar jalan bisa dilintasi lagi dengan aman.
Pembersihan dilakukan selama empat jam. Tiga truk tangki berukuran 5 ribu liter diturunkan untuk menyemprot material lumpur yang menutupi jalan. Dan sekitar pukul 06.00, pembersihan selesai dilakukan.
“Pagi tadi (kemarin, red), lalu lintas baru bisa digunakan di Jalan Ir Juanda,” ujarnya.
Anang menjelaskan, air sungai Petung meluap akibat hujan deras turun selama lebih dari tiga jam di kawasan hulu sungai.
Di sisi lain, terjadi pendangkalan dan penyempitan di sungai Petung. Membuat sungai tidak bisa menampung air, sehingga air sungai meluap.
“Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam ini. Namun, kami tetap akan melakukan monitoring ke tiga sungai di Kota Pasuruan selama musim hujan,” katanya. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi