PRIGEN, Radar Bromo - Aksi protes terhadap rencana pembangunan real estate di Lereng Gunung Arjuno-Welirang, Kecamatan Prigen, terus menggelinding.
Tak hanya dengan pemasangan banner. Warga juga memilih mendirikan posko penolakan rencana pembangunan real estate.
Posko tersebut dibangun di tepi jalan Taman Wisata, Kelurahan Pencalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Bentuknya semi-permanen. Pada bagian depannya, terpasang banner tentang keberadaan posko tersebut.
Sementara di samping barat, terdapat banner bertuliskan petisi dukungan “Selamatkan Hutan Kita”.
"Posko ini didirikan mulai Minggu (26/10) dengan menempati bangunan semi permanen yang dulunya posko satupa atau semacam komunitas radio amatir,” kata Hadi Sucipto, warga Kelurahan Pecalukan.
Lelaki yang menjabat Wakil Ketua Aliansi Gerakan Masyarakat Peduli Hutan (GEMA DUTA) menuturkan, posko tersebut berada di lokasi strategis.
Berada di tepi jalan, juga tengah-tengah antara Kelurahan Prigen, Pecalukan dan Ledug.
Selain itu, lokasi poskonya juga tak jauh dari akses jalan menuju lahan rencana untuk pembangunan real estate milik PT Stasionkota Sarana Permai.
"Tidak setiap hari ada kegiatan di sini. Sifatnya masih insidentil. Digunakan untuk tempat diskusi. Termasuk untuk pemantauan aktivitas di lapangan," ungkapnya. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin