REMBANG, Radar Bromo - Suasana semarak karnaval sound di Desa Oro-oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, berubah tegang pada Sabtu (12/10) malam.
Seorang pemuda berambut kuning, tiba-tiba membuat onar di tengah kerumunan penonton hingga memicu kericuhan.
Insiden itu terjadi di tengah acara hiburan tahunan yang berlangsung dua hari, 11–12 Oktober 2025.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, terduga pelaku terlihat mengenakan jaket hitam dan terlibat cekcok dengan sejumlah peserta lain sebelum didorong keluar oleh panitia.
Massa sempat tersulut emosi, tapi berhasil diredam sebelum situasi melebar.
Kepala Desa Oro-Ombo Kulon, Hariono, membenarkan adanya keributan tersebut. Ia menyebut terduga pelaku bukan warga setempat.
“Kami sudah melakukan persiapan dan antisipasi bersama aparat keamanan. Tapi rupanya, ada orang luar yang masuk dan memicu keributan,” jelasnya, Selasa (14/10).
Menurut Hariono, izin kegiatan sudah dikantongi dari Polres Pasuruan, dan koordinasi dilakukan sejak awal dengan panitia serta pihak kepolisian.
“Kami juga sudah menyiapkan tim pengamanan internal, tapi tentu ada batasan kewenangan di lapangan,” tambahnya.
Terduga pelaku sempat diamankan oleh panitia sebelum akhirnya diserahkan ke pihak kepolisian.
Beberapa warga yang terpancing emosi bahkan sempat melayangkan pukulan sebelum aparat turun tangan.
Hariono berharap insiden serupa tak terulang di kegiatan masyarakat berikutnya.
“Kami ingatkan warga agar tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terpancing. Acara seperti ini harusnya jadi ajang hiburan, bukan keributan,” ujarnya.
Kapolsek Rembang, AKP Mulyono, menegaskan pihaknya langsung bergerak mengamankan pelaku untuk mencegah situasi makin memanas.
“Kami bawa ke kantor untuk dimintai keterangan. Berdasarkan pemeriksaan awal, yang bersangkutan mengaku sebelumnya menenggak minuman beralkohol,” ungkapnya.
Mulyono menambahkan, pihaknya juga memeriksa sejumlah saksi dari panitia dan warga untuk melengkapi laporan.
“Kami dalami dulu apakah ada unsur pelanggaran lain. Yang jelas, situasi sudah kondusif,” tegasnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin