Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Santri asal Wonorejo Pasuruan Jadi Korban Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny, Identitas Diketahui di Hari Kesepuluh

Fahrizal Firmani • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 00:36 WIB

 

Kades Taman Sari, Mustain Romli (baju putih) dan perwakilan polres pasuruan saat nyekar di makam korban. Inset korban semasa hidup.
Kades Taman Sari, Mustain Romli (baju putih) dan perwakilan polres pasuruan saat nyekar di makam korban. Inset korban semasa hidup.

WONOREJO, Radar Bromo –Setelah sepuluh hari menunggu, kabar duka itu akhirnya diterima Ahmad Mudori, warga Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

Putranya, M. Ghifari Chasbi, 15, dipastikan jadi salah satu korban meninggal dalam tragedi ambruknya musala di Ponpes Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo.

Jumat (10/10), korban dimakamkan di makam keluarga yang ada di samping rumah duka di RT 1/RW 3, Dusun Taman Krajan, Desa Taman Sari. Korban dimakamkan dengan suasana penuh duka.

"Saya ikhlas dengan kepergian anak kedua kami. Sebab, saya yakin inilah takdir terbaik yang diberikan oleh Allah SWT untuknya," terang Muhdor, panggilannya.

Muhdor mengaku, dia langsung datang ke ponpes begitu mendapat kabar tentang tragedi itu.

Bahkan, dia langsung datang di hari pertama yaitu 19 September. Selama dua hari Muhdor di sana, namun dia tidak mendapat kabar sama sekali tentang kondisi anaknya.

“Saya lantas nginap di rumah saudara di Candi, Sidoarjo, sambil menunggu kabar. Saat diumumkan nama-nama korban selamat, tidak ada nama anak saya di situ. Sejak itu saya ikhlaskan,” tuturnya.

Rabu (8/10), Polda Jatim mengabari Muhdor bahwa jenazah anaknya ditemukan. Identitasnya ditemukan melalui proses disaster victim identification (DVI).

Dia pun diminta datang ke RS Bhayangkara Surabaya untuk memastikan identitas anaknya.

Setelah dipastikan bahwa itu anaknya, baru kemudian jenazah diantar ke rumah duka menggunakan ambulans RS Bhayangkara, Kamis (9/10) pukul 22.00.

Korban diketahui anak kedua dari empat bersaudara. Ia telah nyantri selama tiga tahun sejak lulus dari MI Nurul Qodim Wonorejo pada 2022.

Kemarin, rumah almarhum cukup ramai. Warga datang silih berganti untuk takziah.

Mereka ikut mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah. Mulai tetangga, perwakilan desa, kecamatan, hingga Polres Pasuruan dan Polsek Wonorejo.

"Kami ikut berbelasungkawa. Semoga keluarga diberikan ketabahan. Insyaallah Chasbi mati syahid," jelas Kades Taman Sari Mustain Romli. (riz/hn)

 

 

Editor : Muhammad Fahmi
#sidoarjo #Al Khoziny #pasuruan #santri #korban #wonorejo #Musala Ambruk #buduran