Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ada Program MBG, SD Bina Anak Sholeh Pasuruan Tak Paksa Siswa Ikut Katering Sekolah

Fahrizal Firmani • Jumat, 10 Oktober 2025 | 16:29 WIB

 

Siswa kelas 1 SD Bina Anak Sholeh Kota Pasuuran menyantap makan siang yang disiapkan oleh katering sekolah. Sejak 2018, sekolah ini mempunyai program makan bergizi.
Siswa kelas 1 SD Bina Anak Sholeh Kota Pasuuran menyantap makan siang yang disiapkan oleh katering sekolah. Sejak 2018, sekolah ini mempunyai program makan bergizi.

Sejak 2018, SD Bina Anak Sholeh, Kelurahan Tapaan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan, telah menjalankan program makan bergizi. Namun, sekolah tidak mewajibkan wali murid ikut program katering yang disiapkan sekolah. Mereka boleh membawa bekal dari rumah.

---------------------

Program makan bergizi sudah berjalan sejak 2018 di SD Bina Anak Sholeh. Program ini dilakukan sejak sekolah menerapkan program full day di sekolah. Namun, siswa tidak diharuskan mengikuti program makan siang ini.

"Ada juga orang tua yang mengantarkan bekal untuk makan siang anak. Jumlahnya cukup banyak. Memang kami bebaskan karena memang ada yang rewel dan suka menu tertentu," terang Staf Tata Usaha (TU) SD Bina Anak Sholeh Sherly Ika Savitri.

Dari total 235 siswa, menurut Sherly, ada 150 siswa yang ikut program makan siang dari sekolah. Sisanya sebanyak 85 siswa, membawa bekal dari rumah.

Makan siang dari sekolah dibagikan setiap pukul 12.00. Menu makanan disajikan dalam kotak bekal plastik dengan jenis menu yang berbeda setiap hari.

Biasanya, sekolah memberikan daftar menu selama satu bulan pada katering. Agar tidak bosan, menu yang sama baru diberikan setelah dua atau tiga pekan.

Selanjutnya, menu ini akan dibagikan ke wali kelas untuk diteruskan ke wali murid.  

Tujuannya agar wali murid tahu hidangan makan siang yang disajikan. Kondisinya disajikan masih hangat, sehingga anak lebih berselera makan.

Program ini memang memungkinkan untuk menyajikan makanan yang masih hangat. Sebab, masakan dikelola sendiri oleh dapur sekolah.

"Karena dikelola oleh dapur sekolah, maka makanan yang disajikan ke siswa selalu hangat. Menunya juga berganti tiap hari dan bergizi," sebutnya.

Sejauh ini, menurut Sherly, tidak pernah ada keluhan soal makanan atau menu yang ada. Baik dari wali murid atau murid.

“Memang, menu yang diberikan selalu nasi. Tentu takaran yang dibuatkan berbeda, bergantung jenjang kelas. Semakin tinggi jenjangnya, maka nasinya lebih banyak,” katanya.

Khusus saat ada ujian, makan siang diberikan lebih cepat satu jam. Yakni, pukul 11.00.

Sebab, jam masuk sekolah lebih pendek. Saat hari normal siswa masuk pukul 07.00 dan pulang pukul 15.00. Namun, saat ujian mereka pulang pukul 13.30.

Selama makan siang itu, siswa bebas tambah nasi dan lauk bila memang masih ada. Agar higienitas dan keamanan makanan tejamin bagi siswa, guru ikut mengecek makan siang sebelum diberikan. 

Sejauh ini, menurutnya, belum ada kabar soal kemungkinan SD Bina Anak Sholeh mendapatkan program MBG.

Memang saat awal MBG dilaksanakan di Kota Pasuruan, sekolah sempat didata. Baik jumlah siswa, maupun jumlah gurunya. (riz/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#pasuruan #wali murid #Mbg #SD Bina Anak Sholeh #makan bergizi #siswa #bugul kidul