PRIGEN, Radar Bromo - Penolakan atas rencana pembangunan real estate oleh salah satu pengembangan asal Surabaya di kawasan hutan Arjuno – Welirang, kian kencang.
Tak hanya warga Pencalukan dan Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan yang meluapkan penolakan.
Karena penolakan yang sama, dilakukan warga lingkungan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Penolakan itu ditandai dengan banner yang dibentangkan di sejumlah titik.
Mereka tak menginginkan, pembangunan real estate di wilayah Pencalukan dan Ledug itu, direalisasikan.
"Sama dengan warga Kelurahan Pecalukan dan Ledug, warga Tretes juga menolak rencana pembangunan real estate tersebut," ucap Ketua RW 06 Lingkungan Tretes, Abdul Rasid.
Rasid-sapaan akrabnya menguraikan, memang lokasi rencana pembangunannya tidak berada di wilayah Tretes, melainkan di Kelurahan Pecalukan dan Ledug.
Namun, jika direalisasikan, dampaknya akan dirasakan warga Tretes.
Selain berpotensi atas berkurangnya sumber air, juga rawan terjadi bencana alam seperti longsor dan banjir bandang.
Hal senada juga disampaikan pemuda Tretes Bram Zamrotudl Diyaa Auladi.
Ia mengatakan, para pemuda setempat menolak keras rencana pembangunan real estate tersebut.
"Karena dampaknya akan merugikan warga Tretes. Selain berimbas pada permukiman, juga mata air, ancaman longsor dan lain-lain," ujarnya.
Beberapa tahun lalu, sempat ada banjir deras di wilayah Tretes. Air dari hutan melaju kencang ke jalan-jalan dan permukiman warga.
"Tidak menutup kemungkinan kedepannya bukan hanya banjir, tapi bisa saja longsor. Apabila proyek tersebut direalisasikan," terangnya. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin