PASURUAN, Radar Bromo – Sungai Kedunglarangan, Kecamatan Bangil, ternyata memiliki potensi luar biasa.
Salah satunya, bisa menjadi wahana wisata olah raga, dengan digelarnya Festival dan Lomba Balap Perahu Dayung Naga.
Lomba yang pernah tergelar tahun 2019 ini, kini digalakkan kembali.
Pemandangan itu tersaji dalam event yang berlangsung Sabtu (4/10) kemarin.
Puluhan tim balap perahu naga putra dan putri dari berbagai wilayah di Kabupaten Pasuruan maupun tim balap kano kategori pelajar, tampak antusias mengikuti jalannya kompetisi.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa mengatakan, Festival dan Lomba Balap Perahu Dayung Naga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan yang ke-1096.
Tujuannya tak sekedar hiburan. Tapi juga, bagian dari upaya melestarikan tradisi dan budaya masyarakat pesisir dan maritim.
Serta memperkenalkan olahraga tradisional perahu naga kepada masyarakat.
"Ini bagian dari upaya kami dalam melestarikan budaya. Selain itu, untuk mendorong semangat sportivitas dan persaudaraan antar peserta," jelasnya.
Ada sebanyak 44 tim yang berpartisipasi dalam event lomba ini. Terdiri dari tim putra sebanyak 24 tim, putri 6 tim dan balap kano wisata kategori pelajar juga ada, dan diikuti oleh 14 tim.
Menurut Agus, setiap tim diisi dengan jumlah personel berbeda. Tim putra dan putri misalnya, ada 13 personel di setiap timnya. Terdiri dari 10 orang pendayung, 1 pengemudi, 1 penabuh drum dan 1 official.
Sedangkan untuk balap kano wisata kategori pelajar, setiap tim hanya diisi 2 orang pendayung, dan 1 official.
“Mereka menaklukkan jarak tempuh 400 meter. Yang paling awal finish, itulah pemenangnya,” sambung dia.
Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo menguraikan, Lomba Balap Perahu Naga patut untuk dilestarikan.
Karena bisa menarik wisatawan untuk berdatangan. Apalagi, Kabupaten Pasuruan memiliki tempat yang mumpuni untuk dioperasikan.
Yakni Sungai Kedunglarangan yang ternyata memiliki potensi terpendam untuk sarana olah raga dan wisata.
“Event ini banyak multiplier effect yang tercipta. Dengan antusiasnya peserta, sehingga menarik banyak penonton untuk menikmatinya. Dari situlah, banyak orang berjualan sehingga membangkitkan ekonomi masyarakat,” sampainya. (one)
Baca Juga: Serahkan SK PPPK, Bupati Pasuruan Mas Rusdi Pesan ASN Jangan Hedon
Editor : Moch Vikry Romadhoni