BUGUL KIDUL, Radar Bromo- Insiden perahu nelayan Pasuruan pencari tiram yang terbalik di perairan Sidoarjo pada Minggu (28/9), menyisakan duka bagi keluarga. Para keluarga korban baru mendapat informasi keesokan harinya.
Senin (29/9) pagi begitu mendengar informasi, keluarga langsung syok. Mereka berupaya mencari korban di pelabuhan Pasuruan, lokasi para korban biasanya berangkat mencari tiram.
Seperti keluarga salah satu korban yang selamat Saparih, 38. Sulasmi, 36. Mereka memang biasa ikut mencari tiram. Namun sebelumnya tidak diperbolehkan oleh suaminya.
Begitu mendengar insiden perahu terbalik, spontan keluarga kaget. Secepatnya mencari informasi.
Setelah warga membicarakan perahu yang terbalik adalah perahu Eki yang digunakan suaminya mencari tiram, dirinya langsung sedih. Khawatir suaminya tidak selamat.
“Ternyata suami saya telpon ketika sudah sampai di pelabuhan pukul 06.00. Untung selamat,” katanya.
Dirinya lanhsing menuju ke pelabuhan mengendarai motor. Di sana dia bertemu suami. Namun suami memilih balik ke lokasi untuk ikut mencari korban yang belum ketemu.
“Saya bonceng korban yang selamat untuk pulang,” ujarmya.
Idris, 41, lebih sedih. Kedua budhenya tak terselamatkan dari insiden perahu terbalik. “Saya tidak tega melihat budhe saya meninggal,” katanya di rumahnya.
Saat menyaksikan kedua budhenya tenggelam yang ditolong Ulfa istrinya, Idris mengaku sampai saat ini masih terlintas dalam pikirannya.
Begitu tiba di rumah, semua keluarga menangis. “Dua korban ini saudara kandung. Suya dan Khamima. Dia memilkki lima saudara kandung lainya dan biasanga juga ikut mencari tiram,” ujarnya.
Istrinya yakni Ulfa juga sempat dibawa ke RSUD dr Soedarsono. Agar tidak menambah kesedihan istrinya, dia menyetujui untuk sementara waktu dirawat medis.
Selain karena kemasukan air, Idris tak ingin sang istri menyaksikan budhenya yang sudah meninggal. Apalagi saat itu Ulfa bersamanya di lokasi kejadian.
Sampai pukul 15.00 kedua korban proses dimakamkan yang tidak jauh dari rumahnya. “Mau bagaimana, ini kecelakaan alam,” ujarnya. (zen/fun)
Editor : Fandi Armanto