PASURUAN, Radar Bromo - Produksi garam di Kota Pasuruan belum maksimal.
Cuaca yang masih tidak menentu, membuat petani garam belum seluruhnya berproduksi. Sampai Agustus, produksi garam masih 65,75 ton.
Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan, Muallif Arif menyebut produksi garam belum maksimal.
Sebab, cuaca di Kota Pasuruan masih berubah-ubah. Dari enam kelompok usaha garam (kugar), yang diproduksi baru 65,75. Rata-rata produksi tiap kugar di bawah 17 ton.
Meski luas lahan yang berproduksi tinggi, hingga107,88 hektar, namun faktor cuaca berdampak besar terhadap produksi. Rata-rata produksi berkisar 4 ton sampai 16 ton per kugar.
"Semua lahan digunakan. Cuma memang cuaca di Kota Pasuruan, masih berubah-ubah. Jadi berdampak pada produksi garam," jelasnya.
Ayik-sapaan akrannya-menuturkan kondisi ini membuat produktivitas garam rendah.
Setiap kugar hanya memiliki produktivitas 0,27 sampai 1,44 per hektar.
Meski begitu, hal ini tidak mempengaruhi permintaan garam. Sebab ada stok tersisa tahun lalu, sebanyak 120 ton.
Lahan kugar tersebar di tiga kecamatan. Rinciannya, empat kugar di Kecamatan Panggungrejo memiliki luas lahan 71,32 hektar.
Lalu, satu kugar di Bugul Kidul memiliki luas lahan 23,37 hektar dan produksi 781 ton.
Sementara satu kugar lainnya berasal dari Kecamatan Gadingrejo, memiliki luas lahan 13,3 hektar.
"Meski cuaca tidak menentu, tapi kami optimis hasil produksi garam tahun ini setidaknya seperti tahun lalu. Mencapai 5.967 ton," jelas Ayik. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin