Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pasuruan Sound Festival 2025 Terbukti Mampu Menggerakkan Perekonomian Masyarakat

Inayah Maharani • Selasa, 23 September 2025 | 02:10 WIB
MERIAH: Gelaran Pasuruan Sound Festival yang dihelat di Lapangan Rama Gloria, Desa Cangkring Malang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, disambut antusiasme tinggi masyarakat.
MERIAH: Gelaran Pasuruan Sound Festival yang dihelat di Lapangan Rama Gloria, Desa Cangkring Malang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, disambut antusiasme tinggi masyarakat.

PASURUAN, Radar Bromo - Ribuan warga memadati Lapangan Rama Gloria, di Desa Cangkring Malang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

Mereka hadir untuk menikmati acara Pasuruan Sound Festival, event yang menjadi salah satu dari rangkaian agenda Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1096 yang diselenggarakan pada Sabtu-Minggu (20-21/9).

Event tersebut digelar secara meriah. Serta, mendapatkan sambuatan antusias tinggi dari masyarakat.

Event ini dihadiri pengusaha sound, pecinta dan komunitas sound dari berbagai daerah yang turut serta meramaikan acara.

Festival Sound itu dimeriahkan oleh guest star sound lokal yaitu Kopi Langit Music dan guest star sound dari luar daerah yakni Brewok Audio dan K5 Maksimal.

Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo mengatakan, event tersebut tak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan.

Namun, juga ditujukan sebagai sarana pembelajaran teknologi terkini.

KETIBAN BERKAH: Pelaku UMKM padati sekitar area Lapangan Rama Gloria, Desa Cangkring Malang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan tempat diadakannya Pasuruan Sound Festival.
KETIBAN BERKAH: Pelaku UMKM padati sekitar area Lapangan Rama Gloria, Desa Cangkring Malang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan tempat diadakannya Pasuruan Sound Festival.

“Pecinta sound biar tidak tahu sound horeg saja, tapi harus tahu ada teknologi sound terkini yang saat ini berkembang,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Kabupaten Pasuruan, Suryono Pane mengatakan, kegiatan festival ini menjadi ajang berkumpulnya pengusaha sound, pengusaha lighting serta tenda.

Dan yang paling utama, adalah pelaku UMKM Kabupaten Pasuruan.

Karena itu, ia berharap melalui kegiatan ini, perputaran ekonomi masyarakat lokal bisa berjalan cepat.

“Di sini kan semua yang dijual laku. Kami berharap dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal,” terangnya.

Selain itu, menurut Pane-sapaannya-mengatakan bahwa Festival Sound ini sengaja dibuat secara terpusat di lapangan, agar tidak mengganggu lalu lintas.

Sekaligus memastikan agar masyarakat yang menonton, juga aman dan terpantau. Sehingga meminimalisir kegaduhan.

“Ini beda dengan horeg ya. Ini festival kami buat terpusat, dijaga keamanan, sehingga semua senang tapi juga berjalan dengan lancar tanpa gaduh,” terangnya. (ran/one)

Editor : Jawanto Arifin
#hari jadi #pasuruan #umkm #sound horeg #festival