PASURUAN, Radar Bromo - Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi isu kesehatan masyarakat di dunia.
Puskesmas merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan di Indonesia dan memiliki peran krusial dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi ibu hamil, termasuk pelayanan antenatal.
Pelayanan Antenatal Care (ANC) yang teratur dan berkualitas dapat membantu mengidentifikasi secara dini kondisi kehamilan yang berisiko tinggi.
Sehingga dapat segera dilakukan tindakan pencegahan yang optimal dan komprehensif.
Namun, tak jarang ibu hamil terkendala melakukan ANC karena jarak tempat tinggal jauh dari fasilitas kesehatan.
JALA BUNDER atau Jaringan Pelayanan Bunda Terpadu merupakan inovasi Puskesmas Purwosari untuk mendekatkan pelayanan ANC hingga ke desa.
Agar lebih mudah dijangkau oleh ibu hamil, dengan melibatkan keterpaduan lintas program dan lintas sektor.
Pelayanan JALA BUNDER mencakup upaya promotif preventif sekaligus kuratif rehabilitatif yang meliputi pelayanan KIA KB, Gizi, skrining HIV dan IMS, laboratorium dan kesehatan gigi.
Tenaga kesehatan yang terlibat dalam tim JALA BUNDER yaitu dokter umum, dokter gigi, bidan, laboratorium, petugas HIV IMS dan nutrisionist.
Pelayanan ANC JALA BUNDER dilakukan sesuai standar 10 T oleh tenaga kesehatan yaitu : Timbang berat badan dan ukur tinggi badan, Tensi (tekanan darah), Tentukan status gizi (LiLA), Tinggi fundus uteri, Tentukan presentasi dan denyut jantung janin, Tetap imunisasi Tetanus Toxoid (TT), Pemberian Tablet tambah darah, Tes laboratorium, Tatalaksana kasus, dan Temu wicara (konseling).
Melalui kegiatan JALA BUNDER diharapkan dapat meningkatkan akses bagi ibu hamil mendapatkan pelayanan ANC terpadu minimal 6 kali sesuai dengan rekomendasi Kemenkes RI.
Pelaksanaan kegiatan inovasi JALA BUNDER dapat memberikan output menurunkan AKI menjadi 1 kasus pada tahun 2024 dan AKB 4 kasus pada tahun 2024.
Selain itu pelaksanaan JALA BUNDER di monitoring dan evaluasi secara berkala baik lintas program dan lintas sektor. (one)
Editor : Fahreza Nuraga