BANGIL, Radar Bromo - Sektor pariwisata menjadi salah satu andalan Pemkab Pasuruan untuk mendongkrak PAD.
Selain pemandian alam Banyubiru, pesona Ranu Grati dan Gerbang Wisata Baledono dipercaya mampu untuk menyedot animo wisatawan untuk berdatangan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa menjelaskan, tahun ini target PAD dari sektor pariwisata diancang-ancang menembus Rp 900 juta.
Jumlah tersebut naik dibandingkan tahun sebelumnya, yang “hanya” Rp 700 juta.
Membaiknya sektor pariwisata, membuat pihaknya optimis. Target PAD tahun ini bisa tergapai. “Dari catatan tahun lalu, realisasi PAD mampu melampaui target,” kata Agus.
Keyakinan itu, bukan tanpa alasan. Agus menguraikan, perolehan PAD tahun ini, cukup menjanjikan.
Hingga triwulan ke tiga ini, capaiannya sudah menembus 70 persen atau sekitar Rp 600 juta.
Dengan waktu yang tersisa, dinilainya cukup untuk mengejar kekurangan. Terlebih, tren wisata merangkak naik jelang akhir tahun. “Masih ada waktu yang cukup untuk mengejar target,” sambung dia.
Sejauh ini, pemandian alam Banyubiru masih menjadi unggulan. Di samping juga, ada Ranu Grati dan Gerbang Baledono menuju Gunung Bromo yang cukup ikonik, dalam menjaring wisatawan ke Kabupaten Pasuruan. (one)
Target PAD Wisata dari Tahun ke Tahun
| Tahun | Target | Realisasi |
| 2020 | Rp 500 Juta | Rp 300-an Juta |
| 2021 | Rp 750 Juta | Rp 100-an Juta |
| 2022 | Rp 350 Juta | Rp 350-an juta |
| 2023 | Rp 650 Juta | Rp 600-an Juta |
| 2024 | Rp 700 Juta | Rp 886 Juta |
| 2025 | Rp 900 Juta | Rp 600-an Juta (masih berjalan) |
Sumber PAD dari pariwisata
- Pemandian Alam Banyubiru
- Ranu Grati
- Pintu Masuk Gunung Bromo