PASURUAN, Radar Bromo - Wacana pemkot menjadikan angkutan kota (angkot) di Kota Pasuruan sebagai angkutan pelajar, menguap.
Padahal, rencana ini sempat mengemuka pada 2018 lalu. Sebagai gantinya, angkot dijadikan transportasi sebagai pendukung wisata.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan, Andriyanto menuturkan keinginan menjadikan angkot sebagi angkutan pelajar sulit untuk direalisasikan.
Sebab butuh anggaran yang tidak sedikit. Karena harus membayar subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan pengemudi.
"Sepertinya susah direalisasikan. Jadi, wacana angkot pelajar mungkin belum bisa dipenuhi," katanya.
Namun, ia memastikan saat ini angkot sudah mulai hidup. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sebab mulai tahun lalu, angkot dipakai sebagai transportasi penunjang pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora).
Dalam hal ini, angkot disewa oleh pemkot melalui Dispora. Tujuanya untuk mengenalkan Kota Pasuruan.
Agenda ini dilakukan tiap pekan. Angkot yang disewa itu berbeda setiap harinya.
"Walau tidak ada angkot pelajar, tapi menjadi angkot wisata. Sopir juga diuntungkan karena disewa," sebut Andri. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin