PASURUAN, Radar Bromo - Pemanfaatan Ranu Grati untuk budi daya ikan, memantik perhatian Pemkab Pasuruan.
Banyaknya keramba yang berdiri, membuat kawasan setempat, tak tertata dengan baik.
Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, Soegeng Soebijanto, mengaku ada banyak keramba yang terbangun area perairan seluas 3 hektare di Ranu Grati. Tak hanya keramba apung. Tapi juga, keramba tancap.
Kondisi ini, membuat tatanan keramba semrawut. Sehingga, menyulitkan pembudidaya untuk menuju kerambanya masing-masing.
“Mereka biasanya memanfaatkan perahu untuk menuju keramba yang dibangun. Tapi, karena keramba yang ada tak tertata dengan baik, akhirnya menyulitkan mereka,” kata Sugeng-sapaannya.
Menurut Sugeng, penataan keramba-keramba tersebut sudah dirancang.
Seperti penataan keramba yang ada di wilayah Lumajang. Bahkan, Detail Engineering Design (DED) sudah dibuat sejak 2021 lalu.
Sayangnya, belum bisa dijalankan hingga sekarang. Beberapa hal menjadi faktornya.
Salah satunya, anggaran yang belum tersedia, untuk melakukan penataan. “Karena ada efisiensi. Sebenarnya, saat ini tinggal action saja,” sampainya. (one)
Editor : Jawanto Arifin