PASURUAN, Radar Bromo - Momen Maulid Nabi Muhammad tidak lantas membuat permintaan pemotongan daging sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Pasuruan meningkat.
Karena, permintaan di RPH cenderung stagnan. Sama seperti hari biasa.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Pasuruan, Yudhi Hanendro menyebut, momen mauled layanan RPH tetap seperti biasa.
Permintaan pemotongan sapi tak banyak berubah. Cenderung landai, tidak ada kenaikan.
"Di luar Idul Adha, kami hanya melayani pemotongan sapi. Pada Kamis (4/9) dan Jumat (5/9), permintaan relatif landai," katanya.
Yudhi menuturkan, kondisi ini menunjukkan tidak ada kenaikan konsumsi daging sapi.
Sehingga tak banyak mempengaruhi tingkat pemotongan sapi di RPH. Rata-rata, masih berkisar antara 10 sampai 11 ekor per harinya.
Memang, RPH biasnya mendapatkan kenaikan tinggi pada momen Idul Adha untuk penyembelihan hewan.
Tahun ini, lebih dari 1.500 ekor. Tak hanya sapi, tetapi juga kambing. Banyak instansi dan masyarakat yang menunaikan ibadah kurban pada saat itu.
"Berarti konsumsi daging tidak meningkat. Karena itu, tidak ada kenaikan permintaan di RPH," jelas Yudhi. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin