PASURUAN, Radar Bromo– Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Teknik Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Blarang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.
Turut berpartisipasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam program pengabdian kepada masyarakat dengan tajuk Blarang Terang.
Mereka mengusung misi utama mewujudkan kemandirian energi berbasis potensi lokal. Sekaligus memperkuat pemahaman generasi muda mengenai energi terbarukan.
Energi Surya sebagai Solusi
Dengan aktivitas perekonomian masyarakat yang bertitik tumpu pada hasil perkebunan dan peternakan sapi perah, pasokan listrik menjadi salah satu sumber aktivitas ekonomi masyarakat Desa Blarang.
Sayangnya, ketidakstabilan pasokan listrik dari PLN kerap kali menyebabkan pemadaman listrik pada jam operasional kerja yang berisiko mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
Program pengabdian kepada masyarakat ini memanfaatkan potensi radiasi matahari untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Ketua tim pengabdi, Dr. rer. nat. Ruri Agung Wahyuono, turut menerangkan jika target program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk implementasi PLTS atap dengan kapasitas 1 kWp yang dirancang dan dipasang di salah satu rumah pengurus kelompok peternak sapi perah di Dusun Manggungan dan Banyusari, Desa Blarang.
Pelaksanaan program ini melibatkan mahasiswa KKN baik dalam proses instalasi, trouble shooting, dan juga edukasi kepada masyarakat sekitar.
PLTS atap yang telah diinstal juga telah diuji coba untuk substitusi listrik PLN dalam pemenuhan listrik operasional kantor, penerangan, dan pompa air.
Gianto sebagai anggota pengurus kelompok peternak sapi perah di Dusun Manggungan menuturkan, program PLTS atap dari Teknik Fisika ITS sangat membantu dalam mengatasi pemadaman listrik PLN. Sehingga, tidak mengganggu aktivitas administrasi dan juga dapat menjadi pasokan sementara mesin pendingin.
Edukasi Energi untuk Generasi Muda
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap transisi energi bersih dan berkelanjutan, tim pengabdian kepada masyarakat juga menerjunkan mahasiswa KKN melalui program edukasi energi terbarukan di MI Miftahul Ulum, Dusun Banyusari, Desa Tutur.
Kegiatan ini dirancang agar siswa-siswi sejak dini mengenal konsep energi terbarukan dengan cara yang menyenangkan.
Dalam praktiknya, siswa tidak hanya diberi penjelasan teori, tetapi juga dilibatkan langsung melalui simulasi miniatur PLTS.
Mereka belajar bagaimana panel surya mampu menyalakan lampu atau menggerakkan perangkat listrik sederhana.
Kegiatan ini memicu rasa ingin tahu, melatih kreativitas, serta menumbuhkan kemampuan problem-solving siswa.
Kepala MI Miftahul Ulum menyampaikan, apresiasi atas program ini karena memberi pengalaman belajar yang berbeda dan berkesan.
Edukasi semacam ini dianggap penting untuk menanamkan benih kesadaran lingkungan sejak dini. Sehingga, generasi muda tidak hanya memahami energi terbarukan secara konseptual, tetapi juga mampu melihat dan mengalami penerapan nyatanya.
Dampak Nyata dan Harapan ke Depan
ITS dan Departemen Teknik Fisika berkomitmen terus mendorong penerapan teknologi energi terbarukan untuk mendukung aktivitas ekonomi hijau.
Harapannya, suksesnya program pengabdian kepada masyarakat di Desa Blarang ini dapat menjadi contoh inspiratif bahwa inovasi energi ramah lingkungan dapat diterapkan di wilayah lain dengan aktivitas perekonomian yang sama.
Lebih jauh lagi, keberhasilan ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda maupun masyarakat luas untuk terus berinovasi, menjaga lingkungan, dan bersama-sama menciptakan masa depan yang lebih terang serta berkelanjutan. (*)
Editor : Muhammad Fahmi