PASURUAN, Radar Bromo - Adanya Sekolah Rakyat (SR) yang dicetuskan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos), tidak lantas menghapus kebutuhan SMA di wilayah timur Kota Pasuruan.
Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyebut, SMA di wilayah timur tetap diperlukan. Sebab, SMA tersebut berbeda peruntukan dengan SR.
Saat ini, SR di Kota Pasuruan baru menyentuh jenjang SMP. Tahun depan, bisa lebih luas.
Ada kemungkinan Kota Pasuruan menjadi daerah pertama dibangun SR. Jenjangnya mulai SD hingga SMA. Rencananya, tiap jenjang ada tiga rombongan belajar (rombel).
Mas Adi-sapaannya menyebut, keberadaan SR hingga jenjang SMA tidak akan menghapus kebutuhan SMA di wilayah timur.
Keberadaan SMA baru di lokasi ini, sangat diperlukan. Sebab belum ada jenjang SMA negeri di wilayah timur. Apalagi SR ini berbeda peruntukan.
"Tetap butuh. Adanya SR tidak menghapus kebutuhan SMA baru di wilayah timur. Berbeda peruntukan. SR untuk warga tidak mampu," katanya.
Ia menyebut, pihaknya belum bisa memastikan terlaksananya SMA baru ini.
Sebab kebutuhan anggaran untuk pembangunannya, akan dipenuhi oleh APBD provinsi, tidak oleh APBD kota.
Lantaran SMA ini, kewenangan dari pemprov. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemprov soal itu.
Sejauh ini, belum ada kepastian dari pemprov. Namun, pihaknya akan rutin berkomunikasi, agar bisa segera terwujud.
Apalagi, keberadaan SMA ini bisa memutus disparitas wilayah timur dengan wilayah barat dan tengah. Mengingat, di sini juga akan dibangun pasar daerah.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pemprov agar bisa terwujud. Tentunya keberadaan SMA ini sangat penting," jelas Mas Adi. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin