Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Nol Kawasan Kumuh, Pemkot Pasuruan Tunggu 2030, Kini Masih Tersisa 115 Hektare

Fahrizal Firmani • Senin, 25 Agustus 2025 | 15:00 WIB
Ilustrasi Kawasan Kumuh
Ilustrasi Kawasan Kumuh

PASURUAN, Radar Bromo - Kawasan kumuh di Kota Pasuruan masih cukup banyak. Tersisa 115 hektare.  Pemkot Pasuruan menargetkan kawasan kumuh ini nol pada 2030 atau lima tahun lagi. Meski berat, Pemkot optimistis bisa terwujud.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan Akung Novajanto mengatakan, kawasan kumuh tersisa 115 hektare. Pada 2018 mencapai 118 hektare. Artinya, selama 2018-2024 hanya berkurang 3 hektare. Tahun kemarin hanya bisa mengentaskan 0,17 hektare.

“Kami targetkan pada 2030 bebas kawasan kumuh. Artinya, setiap tahun minimal harus mengentaskan 20 hektare,” katanya.

Meski terlihat cukup banyak, Akung optimistis bisa terealisasi. Karena tidak ada kelurahan di Kota Pasuruan yang masuk kawasan kumuh. Kawasan ini menyebar tidak di satu titik. Penanganan kumuh sudah di tingkat RT.

Demi mewujudkan 2030 bebas kumuh, tahun ini pihaknya menargetkan bisa mengentaskan 20 hektare. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuat saluran air bersih hingga penyediaan sanitasi dan paving yang baik.

Akung mengatakan, penanganan kawasan kumuh perlu keterlibatan lintas sektoral. Tidak hanya bisa dilakukan oleh Dinas Perkim. Perlu dukungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Seperti, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Petamanan (DLHKP) untuk masalah kebersihan. Atau, penyediaan jalan dan drainase yang baik oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Jika setiap tahun bisa berkurang 20 hektare, maka dalam enam tahun telah teratasi. Dan pada 2030 bisa nol kawasan kumuh,” ujar Akung. (riz/rud)

Editor : Ronald Fernando
#pasuruan #kumuh #kawasan kumuh