PASURUAN, Radar Bromo-Meledaknya bondet atau bom ikan hingga merusakkan sejumlah rumah di RT 06 RW 03 Dusun Ngepoh, Desa/Kecamatan Pasrepan, hingga kini masih diselidiki kepolisian.
Korps Bhayangkara memastikan, Muhammad Mustofa, 28, yang menjadi korban ledakan, adalah perakit bondet.
Mustofa yang tangan kanannya putus akibat ledakan, diketahui merupakan buron atas kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Dia kerap merakit bondet sendiri dan seringkali pula mejualnya ke para pelaku kejahatan.
Ini disampaikan Kanit III Subdit III Jatanras Direskrimum Polda Jatim AKP. M. Fauzi.
"Mustofa ini panggilannya Topeng. Dia adalah DPO (daftar pencarian orang, red) kami kasus curanmor. Juga sekaligus punya keahlian merakit atau membuat bondet sendiri," katanya dihubungi Jawa Pos Radar Bromo kemarin (21/8) via telepon.
Bondet yang dibuat oleh Mustofa, kata Fauzi, dibuat untuk digunakan atau dipakai sendiri dalam melakukan aksi curanmor. Selain itu, juga dijual ke para pelaku lainnya.
"Bondet-bondet itu selama ini sengaja dibuat oleh Mustofa, baik dipakai sendiri dan juga untuk dijual," tuturnya.
Seperti diketahui, ledakan bondet terjadi di Pasrepan dan mengakibatkan sejumlah rumah rusak. Bondet yang meledak dikarenakan jumlah serbuk dan bondetnya, jumlahnya banyak. Bahan-bahan untuk membuat bondet tersebut diletakkan di salah satu tempat.
"Sehingga saat meledak, bisa merusak rumah dan bangunan di sekitarnya. Kalau serbuk dan bondetnya sedikit, ledakannya kecil dan kerusakannya ringan," jelasnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP. Adimas Firmansyah saat dihubungi koran ini sedang berada giat diluar. Dia tidak banyak berkomentar banyak, terkait perkembangan kasusnya. "Mustofa, korban ledakan masih dirawat," katanya singkat.
Kasus ini menjadi perhatian bagi Polres Pasuruan. Setelah kejadian ledakan pada Rabu (20/8) lalu, Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan meninjau langsung lokasi. Dia menegaskan pihaknya akan melakukan penyelidikan menyeluruh terkait peristiwa tersebut.
“Kejadian ini menjadi perhatian serius masyarakat. Kami akan melakukan penyelidikan secara hati-hati dan teliti agar segera diketahui penyebab maupun motif dari ledakan tersebut,” ungkapnya di lokasi kejadian.
Selain Kapolres, turut hadir dalam peninjauan Kasat Reskrim, Kapolsek Pasrepan AKP Deddy Suryo Cahyono, tim Reskrim Polres Pasuruan, serta tim Jihandak Sat Brimob Polda Jawa Timur yang masih melakukan penyisiran dan pengumpulan barang bukti di tempat kejadian.
Tim gabungan dari Polres Pasuruan dan Brimob Polda Jatim sudah membawa beberapa sampel dari lokasi ledakan. Kepolisian masih mendalami kasus tersebut dan menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk mengungkap secara jelas sumber ledakan maupun barang bukti yang ditemukan. (zal/fun)
Editor : Abdul Wahid