PASURUAN, Radar Bromo - Lapas IIB Pasuruan tidak ingin terjadi kerusuhan antar warga binaan (WB).
Karenanya, pihak lapas melakukan asesmen untuk mencegah adanya WB yang masuk kategori berisiko tinggi dalam segi perilaku, beberapa waktu lalu. Hasilnya, tidak ada WB yang masuk kategori tinggi.
Kalapas IIB Pasuruan, Tri Wibawa Kristiana menyebut asesmen dilakukan, atas permintaan Direktorat Jenderal Pemasyarakat (Ditjenpas).
Tujuannya, agar lapas jajaran dihuni oleh WB yang berperilaku baik. Ada 600 WB yang diasesmen.
Bagi WB yang berisiko tinggi dipindah ke Lapas Nusakambangan. Risiko tinggi adalah mereka yang punya kecenderungan dalam berbuat onar atau terlibat kasus terorisme.
Tujuan dari pemindahan ini, agar perilaku negatif mereka tidak menular ke WB lainnya. "Di Kota Pasuruan, nihil WB yang berisiko tinggi,” sampainya.
Meski nihil yang berisiko tinggi, pihaknya tetap melalukan pemantauan dan pembinaan secara rutin.
Pembinaan untuk mencegah agar lapas tetap zero narkoba. Yang terbukti terlibat petugas diberikan sanksi dan hukuman tegas.
"Tidak boleh ada satupun yang mengganggu lapas. Pembinaan dilakukan agar mereka menjadi lebih baik," kata Bowo-sapaannya. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin