WONOREJO, Radar Bromo-Polres Pasuruan dan pemerintah desa kini berupaya memediasi, agar insiden pembunuhan bocah 7 tahun di Dusun Areng Areng Selatan, Desa Sambisirah, kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan agar tak berlarut-larut.
Sebab, setelah aksi perusakan rumah pelaku pembunuhan M Afandi dan keluarga pelaku, sempat menyeruak kabar keluarga pelaku bakal lapor polisi soal perusakan rumah itu.
Namun, upaya itu berhasil digagalkan. Setelah pihak pemerintah desa turun tangan.
Hal itu diungkap kepala Desa Sambisirah Abdul Rokhim saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo, sehari usai perusakan rumah pelaku pembunuhan.
Rohim menyebut pasca pengrusakan rumah, sebenarnya keluarga pelaku sempat ingin melaporkan kejadian perusakan rumah itu ke polsek setempat.
Namun rencana ini dicegah olehnya. Pihak pemerintah desa meminta agar mereka (keluarga pelaku yang rumahnya dirusak) menahan diri.
Sebab, suasana masih panas. Khawatirnya, jika ada pelaporan, maka aksi anarkistis yang lebih besar terjadi.
Pihak desa pun berniat memediasi kedua belah pihak soal kejadian pengrusakan rumah. Namun tidak dalam waktu dekat.
Sebab, keluarga korban masih emosi setelah MHM, yang masih berusia 7 tahun tewas usai dihantam gancu oleh pelaku Afandi, tetangganya sendiri.
Jika situasi sudah kondusif, maka pihaknya akan mempertemukan kedua belah pihak.
Pemdes sudah melaporkan kejadian ini pada pihak kepolisian. Sejak perusakan, ada beberapa aparat dari polres pasuruan yang berjaga.
Mereka dibantu oleh perangkat desa Sambisirah yang menjaga secara bergantian selama 24 jam. Tujuannya untuk memcegah amukan massa terjadi lagi.
"Kami meminta agar tidak melaporkan perusakan ke polisi. Rencananya, ada upaya memediasi, tapi tidak sekarang. Tunggu kondusif," kata Rohim.
Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Seno menyebut terkait insiden pengrusakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak desa, meminta agar saling menahan diri.
"Untuk insiden pengrusakan, kami tunggu perkembangan. Kalau pihak keluarga pelaku lapor saat ini, malah tambah ramai. Bisa ada aksi lainnya," tutur Joko.
Diketahui, insiden berdarah terjadi di RT 2 RW 4, Dusun Areng Areng Selatan, Desa Sambisirah, kecamatan Wonorejo, kabupaten Pasuruan.
MHM, yang masih berusia 7 tahun tewas di ruang tamu rumahnya usai dihantam dengan gancu oleh tetangganya, Afandi, 32, Sabtu siang (9/8).
Korban tewas saat dibawa ke RSUD Bangil, Pasuruan. Ia mengalami tiga luka di bagian kepala.
Dua luka terjadi di kepala belakang sementara luka lainnya di bagian atas.
Belum diketahui motif pelaku. Namun Afandi diketahui mengalami kelainan kejiwaan. Diduga karena tidak kunjung dapat pekerjaan. (riz/mie)
Editor : Muhammad Fahmi