WONOREJO, Radar Bromo-Insiden bocah di Dusun Areng-areng Selatan, Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan dihantam dengan gancu hingga meninggal oleh tetangganya sendiri, Sabtu pagi (9/8) berbuntut.
Malam harinya, rumah pelaku yang menghantam korban dengan gancu hingga meninggal dirusak warga.
Rumah pelaku bernama Afandi, 32 itu berada di seberang rumah korban di RT 2/ RW IV.
Dari rekaman video yang beredar di media sosial, nampak sejumlah warga merusak rumah.
Amuk warga itu sejatinya sudah tercium sejak sore hari saat jenazah MHM datang ke rumah duka dari RS.
Kakek korban yang emosi sempat hendak merusak rumah pelaku yang berada di seberang rumah korban. Namun, sejumlah warga dan petugas menghalanginya kala itu.
Saat ini, pelaku M Afandi, 32 sendiri sudah diamankan di Mapolres Pasuruan.
Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Seno menegaskan, pelaku sudah diamankan untuk dimintai keterangan.
Terkait motif pelaku menghantam kepala korban masih didalami.
"Penyidik satreskrim sudah mengamankan pelaku. Motif masih didalami," jelas perwira dengan dua setrip di pundaknya ini.
Seperti diketahui, warga RT 2/ RW 4, Dusun Areng Areng Selatan, Desa Sambisirah, kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan geger.
Itu setelah, bocah setempat MMH, 7 ditemukan tewas bersimbah darah di ruang tamu rumahnya.
Bocah yang masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar itu dihantam berulang kali dengan belencong alias pecuk alias gancu.
Pelakunya adalah Afandi, 32 yang masih tetangganya sendiri. Warga tak mengira Afandi berbuat nekat. Sebab pelaku dan keluarga korban diketahui tidak pernah cekcok.
Selama ini, sepengetahuan tetangga, pelaku berperilaku baik. Tidak pernah membuat masalah apapun.
Hanya, Afandi memang diketahui sudah lama mengidap depresi atau stress. Warga menduga, Afandi depresi karena tidak punya pekerjaan tetap.
Sehari-hari Afandi banyak menghabiskan waktu di rumahnya. Rumah Afandi sendiri berada di seberang rumah korban.
Editor : Muhammad Fahmi