PASURUAN, Radar Bromo-Kebijakan efisiensi oleh pusat berpengaruh pada hibah haul yang dialokasikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pasuruan.
Tahun ini hibah haul terkepras hingga 60 persen. Hanya tersisa Rp 200 juta untuk 28 haul.
Kepala Disdikbud Kota Pasuruan, Lucky Danardono melalui Kabid Kebudayaan, Agus Budi Darmawan, menuturkan hibah haul tahun ini tetap ada. Jumlahnya sama seperti tahun lalu.
Ada 28 haul yang diberi hibah. Hanya, anggaran hibah mengalami penyesuaian karena efisiensi.
"Ikut terkepras 60 persen. Volume tetap, hanya anggaran hibahnya disesuaikan," kata Agus.
Pada 2024 lalu, anggaran hibah untuk haul sebesar Rp 475 juta. Artinya turun sebesar Rp 275 juta.
Hibah ini tidak berupa tunai, melainkan barang. Bisa properti untuk kegiatan atau konsumsi makanan dan minuman haul.
Besaran hibah setiap haul berbeda. Disesuaikan dengan besar kecilnya kegiatan.
Paling tinggi adalah haul Kiai Hamid dan Mbah Slagah. Masing-masing diberi hibah Rp 55 juta dan Rp 40 juta.
Adapula haul kecil seperti haul Mbah Taman, Mbah Darmoyudo dan Mbah Surga-Surgi. Besaran hibah yang diberikan sama, yakni Rp 6 juta.
Hibah ini untuk mendukung local wisdom atau budaya setempat. Pihaknya biasanya meminta pada kecamatan tentang haul yang dilaksanakan masyarakat di tempatnya.
Memang ada beberapa haul yang menolak menerima hibah. Namun setiap tahun diupayakan penerima semakin banyak.
"Walau ada kebijakan efisiensi, kegiatannya tidak dihilangkan. Justru selalu meningkat tiap tahun. Sampai sekarang ada 28 kegiatan," jelas Agus. (riz/one)
Editor : Fahreza Nuraga