PASURUAN, Radar Bromo -Aksi perampasan tas atau jambret yang dialami Santy Ika Wijaya, 41, di Jalan Darmoyudo Kota Pasuruan, pada Minggu (3/8) lalu akhirnya terungkap.
Petugas kepolisian menangkap terduga pelaku, Eshar Kurnia Putra, 29 pada Rabu malam (6/8). Yang menarik, kasus itu berhasil diungkap berkat rekaman CCTV.
Awalnya, petugas Polres Pasuruan Kota melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. Termasuk menelusuri CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian.
Dari situ diketahui, aksi terduga pelaku terekam CCTV warga setempat. CCTV itu bahkan merekam wajah dan ciri-ciri terduga pelaku.
Di antaranya, memakai motor Honda Vario warna hitam dengan variasi strip warna merah dan putih. Serta, memakai kaus hitam dan rambut gondrong dengan dahi agak lebar.
Berbekal ciri-ciri itu, penyidik langsung menganalisis terduga pelaku dengan cara mencocokkan temuan itu dengan data pelaku kejahatan yang pernah ditangani.
Hasilnya, seorang residivis curanmor diketahui mirip dengan rekaman CCTV. Yaitu, Eshar Kurnia Putra, warga Purworejo.
Tim Resmob langsung mengejar terduga pelaku. Bahkan, menyanggong terduga pelaku selama tiga hari di rumahnya. Namun, upaya itu sempat tak membuahkan hasil.
"Pelaku tahu bahwa dirinya diburu polisi. Sehingga, dia tidak pulang ke rumahnya. Dia bersembunyi di rumah temannya yang ada di Kelurahan Tambaan, Kecamatan Panggungrejo," terang Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin melakui Kasi Humas Iptu Mintarta.
Kemudian, Tim Resmob mendapat informasi bahwa terduga pelaku sedang berusaha kabur lagi.
Karena itu, tim langsung bergerak ke Tambaan, Rabu (6/8), sekitar pukul 22.00. Terduga pelaku pun berhasil ditangkap.
Mintarta menyebut, saat ini pelaku sedang diperiksa penyidik. Penyidik juga sedang mencari barang bukti yang digunakan pelaku saat aksi perampasan itu. Seperti, celurit dan kaus yang dipakainya.
Kapolresta pun mengaspirasi kecepatan dan ketelitian Tim Resmob Suropati. Sehingga, berhasil mengungkap kasus ini melalui CCTV warga setempat.
Menurutnya, CCTV itu merupakan salah satu partisipasi masyarakat dalam menjaga kamtibmas. Selain itu, pemasangan 10.000 CCTV di berbagai titik strategis Kota Pasuruan telah terbukti sangat membantu dalam mengungkap kasus kriminal.
“Ini menjadi bukti sinergi antara teknologi dan respons cepat personel yang mampu menghadirkan rasa aman. Kami akan terus mengembangkan sistem pengawasan berbasis CCTV dan mendorong masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungannya,” ujar Kapolresta. (riz/hn)
Editor : Muhammad Fahmi