Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Butuh Rp 81 Miliar untuk Normalisasi Sungai Rejoso Pasuruan yang Semakin Sempit dan Dangkal

Fuad Alyzen • Selasa, 5 Agustus 2025 | 21:45 WIB
DANGKAL: Sedimentasi yang terbentuk di Sungai Rejoso. Kondisi itu, rentan memicu banjir. Karenanya, butuh normalisasi untuk menangani.
DANGKAL: Sedimentasi yang terbentuk di Sungai Rejoso. Kondisi itu, rentan memicu banjir. Karenanya, butuh normalisasi untuk menangani.

REJOSO, Radar Bromo - Kondisi Sungai Rejoso kini sudah semakin sempit dan dangkal imbas sedimentasi. Dampaknya, rentan memicu luapan ketika hujan melanda.

Normalisasi dibutuhkan, untuk mencegah luapan banjir. Terutama di wilayah Desa Rejoso Lor sampai ke muara sungai.

Kepala UPT PSDA Wilayah Sungai Welang-Pekalen di Pasuruan Anton Dharma mengatakan, sudah melakukan survei ke Sungai Rejoso.

Dari pengamatan, sedimentasi sungai setempat, memang tinggi setiap tahunnya.

Untuk memaksimalkan aliran air, normalisasi memang dibutuhkan. Baik dari hulu hingga hilir. “Hanya saja, pelaksanaannya menyesuaikan anggaran,” jelas dia.

Sebab, untuk menormalisasi keseluruhan, butuh dana yang besar. Setidaknya Rp 81,2 miliar.

Mulai dari Desa Winongan lor, Kecamatan Winongan hingga Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso. (zen/one)

Editor : Jawanto Arifin
#sungai #banjir #normalisasi #sedimentasi #rejoso