Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

DLH Kabupaten Pasuruan Bakal Borong Dua Insinerator untuk TPA Wonokerto

Muhamad Busthomi • Selasa, 5 Agustus 2025 | 18:25 WIB
ANGKUT: Mesin ekskavator saat mengangkut sampah-sampah yang ada di TPA Wonokerto. Tumpukan sampah di TPA setempat, menjadi sorotan.
ANGKUT: Mesin ekskavator saat mengangkut sampah-sampah yang ada di TPA Wonokerto. Tumpukan sampah di TPA setempat, menjadi sorotan.

PASURUAN, Radar Bromo - Langkah serius dilakukan Pemkab Pasuruan dalam menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonokerto.

Buktinya, dua mesin insinerator bakal dibeli DLH Kabupaten Pasuruan melalui APBD Perubahan 2025.

Pengadaan alat pembakar sampah berteknologi tinggi itu, merupakan bagian dari arahan langsung Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah ramah lingkungan.

“Dua unit insinerator kami siapkan sesuai arahan bupati. Nantinya sambil menunggu penempatan tetap kami arahkan ke TPA Wonokerto,” terang Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, Nur Kholis.

Insinerator ini akan membakar sampah hingga suhu 1.000 derajat celsius. Sehingga proses pembakaran lebih efektif dan minim dampak lingkungan.

Tidak seperti pembakaran terbuka yang berpotensi mencemari udara, insinerator dirancang agar asap yang dihasilkan tetap terkondisi dan tidak menimbulkan polusi berbahaya.

“Kalau biasanya bakar sampah kan bisa menmbulkan asap dan pencemaran. Nah, insinerator ini sudah terkondisikan. Tetap ramah lingkungan, karena ini jadi atensi kami kami,” imbuh Kholis.

Meski begitu, DLH mengakui bahwa dari sisi kapasitas, insinerator belum cukup untuk mengatasi seluruh beban sampah yang masuk setiap hari ke TPA.

Oleh karena itu, upaya pengurangan sampah dari sumbernya juga terus digenjot.

“Kapasitas insinerator memang masih terbatas. Makanya kami imbangi dengan strategi pengurangan dari hulu. Setiap penghasil sampah harus punya TPS, biar volume yang masuk ke TPA bisa ditekan,” papar Kholis.

Dengan kombinasi teknologi dan pendekatan berbasis sumber, ia optimistis bisa mengurangi ketergantungan pada TPA.

Serta menekan potensi pencemaran lingkungan. Langkah ini juga jadi bagian dari penguatan program Pasuruan Bebas Sampah dalam merespons warning KLH, terkait dengan over dumping yang masih berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.

“Harapannya memang berjalan beriringan antara sampah yang masuk semakin sedikit dan tumpukan yang ada bisa berkurang,” tandasnya. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#TPA Wonokerto #pengelolaan sampah #dlh #insinerator #kabupaten pasuruan #klh