BANGIL, Radar Bromo–Keseruan mewarnai jalannya laga Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Cup 2025 di Stadion R Soedrasono Pogar, Sabtu (2/7).
Laga yang mempertemukan PKDI Kabupaten Pasuruan dengan PKDI Batu itu, tak tampak seperti laga-laga menegangkan pada umumnya.
Justru, dihiasi pemandangan-pemandangan lucu, tatkala para kepala desa, berebut bola untuk bisa mengungguli lawannya.
Alhasil, penampilan mereka, diwarnai gelak tawa penonton yang menghiasi tribun lapangan. Betapa tidak. Ada yang jatuh, tersungkur hingga gelundung.
Dalam laga tersebut, jual beli serangan dipertontonkan ke-dua kesebelasan.
Tim PKDI Kabupaten Pasuruan sempat unggul di menit-menit awal babak pertama. Namun, tim PKDI Batu akhirnya berhasil membalas. Sehingga, skor imbang 1-1 tercipta untuk kedua kesebelasan.
Meski tampak seperti laga hiburan, namun masing-masing tim berusaha untuk meraih hasil cemerlang.
Pergantian demi pergantian pemain dilakukan, demi menjaga power masing-masing tim terpelihara.
Sayangnya, hingga pluit babak kedua dibunyikan, tanda berakhirnya laga, skor tak berubah.
Hasil imbang inipun, mengakhiri jalannya laga. Laga seharusnya berlangsung dengan adu pinalti.
Namun, tim PKDI Kabupaten Pasuruan akhirnya dinyatakan sebagai pemenang.
Usai dalam tim PKDI Batu, ditemukan ada pemain yang bukan kepala desa, yakni perangat desa. Sehingga, tim Batu pun didiskualifikasi pihak panitia.
Ketua DPD PKDI Kabupaten Pasuruan, Syaifullah Mahdi mengungkapkan, turnamen PKDI Cup ini, digelar dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke-80. Sekaligus juga, untuk menumbuhkan rasa persaudaraan antar kepala desa se-Jatim.
“Ini bagian dari upaya kami untuk mempererat persaudaraan antar kepala desa se-Jatim,” ungkap lelaki yang juga ketua panitia PKDI Cup Jatim tersebut.
Ia menambahkan, ada 30 tim kota dan kabupaten di Jatim yang berlaga dalam kegiatan tersebut.
Mereka terbagi dalam dua zona. Satu di Gresik dan satu lagi di Kabupaten Pasuruan.
“Hari ini (Sabtu, red) merupakan pertandingan perdana. Selain PKDI Kabupaten Pasuruan versus PKDI Batu, ada PKDI Trenggalek dan PKDI Tulungagung yang mengawali laga di sini (Stadion Pogar, red),” jelasnya.
Kompetisi itu, diresmikan Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo. Bupati memberikan apresiasinya, laga PKDI Cup tersebut. Karena bisa menjadi ajang silaturahmi antar kepala desa se Jatim.
“Kami berharap, kepala desa bisa menjaga sinergitas dan kekompakan,” sampainya. (one)
Editor : Muhammad Fahmi