PASURUAN, Radar Bromo - Masyarakat yang belum patuh pada aturan berlalu lintas masih cukup banyak.
Selama dua pekan Operasi Patuh 2025, Satlantas Polres Pasuruan Kota menindak 4.940 pelanggaran. Namun ini yang terendah di Jatim.
Paling banyak, berupa pelanggaran yang dikenakan teguran sebanyak 1.630 kali.
Di luar itu, ada 1.197 kali pelanggaran yang dikenakan tilang ETLE mobile, 1.143 pelanggaran diberikan tilang manual dan 970 kali pelanggaran dikenakan tilang ETLE statis.
Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Davis Busin melalui Kasi Humas, Aipda Muhammad Junaidi menyebut tren selama 14 operasi berjalan positif.
Dari 39 polres jajaran di Polda Jatim, Polres Pasuruan Kota yang terendah.
"Trennya turun di pekan kedua operasi. Sebelumnya sempat masuk 10 besar, kini jadi yang terendah," katanya.
Jun-sapaan akrabnya menyebut pada saat tengah oprasi, memang sempat tinggi dalam penindakan.
Namun pihaknya berupaya untuk sosialisasi melalui gencarnya pemberitaan di media massa maupun media sosial.
Dan hingga operasi selesai, penindakan di Polres Pasuruan Kota berada paling bawah di antara polres jajaran Polda Jatim. Pihaknya berharap itu bukan sekedar angka.
Tapi adalah kesadaran dari masyarakat untuk terus patuh dalam berlalu lintas.
"Kami harap, walaupun tidak ada operasi, masyarakat tetap patuh. Karena keselamatan adalah milik seluruh pengguna jalan," tutur Jun. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin